Sejarah Kerajinan Batik Bayat

0 561

Sejarah Kerajinan batik Bayat

Sejarah batik Bayat sudah ada sejak abad ke 17, Tembayat atau yang sekarang lebih dikenal dengan Bayat, sudah  merupakan  daerah penghasil batik, mulai dari batik halus maupun batik sederhana dengan proses pewarnaan yang dikenal dengan proses kelengan yaitu proses warna yang hanya sekali celup. Sebagian besar hasil kerajinan ini dikirim ke Solo, yang merupakan pusat penjualan batik waktu itu (hingga sekarang).

Warna dan motif batik yang dibuat, secara umum mengikuti selera pasar yang berkembang di Solo, salah satu sebab mengapa sampai sekarang Bayat kurang dikenal oleh masyarakat luar Solo dan sulit untuk menggali motif mana yang merupakan motif khas Bayat.

Batik Bayat pernah mengalami masa keemasan pada tahun 1960-an dan mengalami kemerosotan pada tahun 197-an setelah mulai digunakannya teknik printing atau sablon yang dapat memproduksi lebih cepat dan murah. Desa penghasil batik seperti Beluk dan Paseban yang sangat terkenal dengan batik halusnya perlahan namun pasti mulai kehilangan para pengrajin batiknya yang lebih suka hijrah ke kota besar seperti Kota Jogjakarta dan Jakarta atau alih profesi, antara lain menjadi buruh bangunan, petani atau berdagang.

Pada tahun 1980-an batik Bayat mulai menggeliat bangkit dan dimulai dari Desa Jarum. Berawal dari para pemuda yang bekerja di galery galery lukisan batik di Jogja. Melihat tingginya permintaan lukisan batik dan kurangnya pasokan, mendorong para pemuda  untuk pulang kembali dan mulai memproduksi sendiri lukisan batik yang kemudian mereka jual ke Jogjakarta. Sebuah perubahan yang dahsyat dari pegawai menjadi produsen. Maka tidaklah mengherankan jika motif batik yang dihasilkan oleh daerah jarum bermotif modern, bebas dengan warna warnanya yang cerah.

Source Sejarah Kerajinan Batik Bayat Sejarah
Comments
Loading...