Sejarah Batik Trenggalek

0 544

Sejarah Batik Trenggalek

Batik yang berasal dari Kabupaten Trenggalek sudah memiliki beberapa motif batik yang sangat khas dengan menambahkan ciri khas dari tumbuhan cengkeh pada beberapa Motif Klasik Batik Jawa pada umumnya seperti pada Motif Batik Parang Cengkeh. Tumbuhan cengkeh menjadi ornamen utama dalam motif batik trenggalek karena memang merupakan salah satu komoditi utama hasil pertanian dari wilayah trenggalek ini.

Dilihat dari sejarah berdasarkan informasi masyarakat setempat, pada tahun 1970an, Trenggalek mempunyai sentra Batik di wilayah Kelurahan Sumbergedong dan Kelurahan Surondakan. Pada saat itu, proses pengerjaan batik dibuat berkelompok, seperti kelompok perajin Batik Sidomukti, dan kelompok perajin Batik Gringsing. Jika ditinjau dari masing-masing kelompok tersebut, dapat disimpulkan bahwa pada masa tahun 1970an sudah ada paguyuban perajin Batik Trenggalek. Ketika menginjak tahun 1980an, banyak perajin Batik Trenggalek yang gulung tikar karena selera fashion masyarakat pada waktu itu mulai beralih ke jenis kain polos dan modern karena pengaruh trend fesyen dunia barat.

Pada awal tahun 2010 akhirnya  industri Batik Trenggalek mulai menggeliat, dan sentra batik berpindah ke Dukuh Jampi, Desa Ngentrong, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek dengan sekitar 35 perajin Batik Trenggalek dan dua rumah produksi Batik Trenggalek. Motif Batik Bunga Cengkeh tetap dipertahankan karena memang telah menjadi identitas batik Trenggalek selain Motif Batik Turonggo Yekso.

Pemerintah Trenggalek juga terus berupaya membantu para perajin batik dengan membuatkan ruang bagi pelaku UMKM untuk dapat memasarkan produk batiknya di supermarket ataupun minimarket yang ada diwilayah trenggalek.

Source Sejarah Batik Trenggalek Batik
Comments
Loading...