Sejarah Batik Sunda Menurut Yan Yan Sunarya

0 9

Sejarah Batik dalam masyarakat Sunda dijelaskan Yan Yan, berasal dari kata “euyeuk” dan “pangeuyeuk”. Hal itu terdapat di dalam naskah Sunda Buhun Siksa Kanda Ng Karesian pada abad ke-16. Dalam naskah itu dijelaskan mengenai bahan, potongan, warna, corak, estetika, dan cikal bakal batik saat ini. Contoh warna khas batik Sundamisalnya, beureum euceuy (merah kuat), hejo ngagedod (hijau pekat) dan warna lainnya.

Bagaimana rancangannya, itu ada istilah didadarkeun, wirahma, dilempengkeun, entong paliyas, kade papalimpang. Banyak sebetulnya cuma saja visualisasinya tidak ada, melainkan baru secara literasi saja. Karena hanya sebatas bukti literasi, sehingga sulit untuk mengetahui bentuk visual asli batik Sunda. Oleh karena itulah visualnya sebagian dipengaruhi batik Jawa yang ada saat ini. Sebab menurutnya antara batik Jawa dan Sunda punya saling keterkaitan secara historis.

Batik Sunda, kata Yan Yan, tercermin dari orang Sunda yang terbuka (muka), adaptif (merenahkeun), positif (hade hate), dan kreatif (binangkit). Sehingga dalam unsur pemilihan warnanya mencerminkan keceriaan, kadang terang. Dasarnya ceria, humoris, dan ekspresif.

Saat ini batik yang ada di pasaran tidak sepenuhnya asli. Melainkan sudah bercampur dengan “batik palsu” hasil printing. Batik ini biasanya beredar di pasaran dengan harga yang amat murah. Oleh karena itu ia memberi saran kepada pemerintah harus bisa memberikan subsidi kepada pengrajin batik, baik berupa insentif, bahan baku, peralatan, dll., sehingga batik mereka bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia.

Source http://www.jurnas.com/artikel/37501/Yan-Yan-Sunarya-Si-Doktor-Batik-Sunda-Pertama-di-Dunia/ http://www.jurnas.com
Comments
Loading...