Sejarah Batik Sendang Duwur

0 319

Sejarah Batik Sendang Duwur

Sunan Sendang merupakan seorang yang tekun melakukan ibadah dan membantu sesamanya. Beliau telah mengembangkan ilmu tauhidnya kepada masyarakat sekitar. Sewaktu Sunan Sendang memberikan pelajaran, sarana yang dipakai belum memadai. Sunan Sendang menemui Sunan Drajad untuk belajar mendalami dalam mengembangkan dan mengajarkan ajaran Nabi Muhammad. Sunan Sendang diperintah oleh Sunan Drajad untuk pergi ke desa Mantingan untuk mebeli masjidnya Rondo Mantingan. Namun Rondo Mantingan tidak menjual masjidnya. Akhirnya Sunan Sendang bersemedi dan beliau merasa didatangi Sunan Kalijaga dan disuruh kembali ke Rondo Mantingan. Ternyata mimpi itu pertanda dan memang pada kenyataannya Rondo Mantingan berubah fikiran, beliau memberikan syarat kepada Sunan Sendang dengan syarat masjidnya harus dibawah sendiri dari Mantingan sampai ke desa Sendang Duwur tanpa bantuan orang lain.

Kesaktian yang dimiliki Sunan Sendang maka masjid tersebut berhasil dibawah dan didirikan di puncak gunung Amintuno atau tepatnya berada dipuncak gunung yang ada di Desa Sendang Duwur. Masjid dari Rondo Mantingan diberi nama dengan sebutan masjid Tiban. Dengan berdirinya masjid tersebut, akhirnya Rondo Mantingan penasaran dan melihatnya ke Desa Sendang Duwur. Pada saat Rondo Mantingan ke Desa Sendang Duwur beliau memakai kemben dengan berhias batik yang anggun. Motif batik yang dipakai yaitu bermotif kawung. Masyarakat tertarik dengan motif batik yang dipakai kemben Rondo Mantingan. Keinginan tersebut diketahui oleh Sunan Sendang dan akhirnya Sunan Sendang menemui Rondo Mantingan dan memerintah Rondo Mantingan agar memberikan pelajaran membatik kepada masyarakat sekitar dengan disertai pula ajaran agama Islam yang diberikan oleh Raden Noer Rahmad.

Setelah masyarakat Sendang Duwur bisa, maka ilmu membatik dari Mbok Rondo Mantingan tersebut ditularkan kepada masyarakat yang ingin belajar membatik, baik dari daerah sekitar masjid tersebut maupun daerah lainnya. Desa Sendang Duwur dikenal dengan kerajinan batiknya. Dengan dikenalnya batik buatan orang Sendang Duwur, maka orang diluar desa Sendang Duwur menyebut batik dengan sebutan “Batik Sendang Duwur”. Untuk mengembangkan batik Sendang Duwur, maka para pengrajin batik mengambil ide motif dari alam seperti motif tumbuh-tumbuhan dan motif binatang. Disamping itu juga mengambil ide motif yang diambil dari sekitar makam Sunan Sendang(Raden Noer Rohmad) setelah meninggal.

Sejarah batik Sendang Duwur dapat ditelusuri pada awal mula keberadaan berdirinya masjid Tiban pada tahun 1561 Masehi atau pada tahun 1483 Saka. Hal ini seperti tertulis pada papan serambi masjid dengan huruf Jawa yang berupa Candra Sengkala yang berbunyi “Gunaning Sariro Kerto Hayu”. Keberadaan batik Sendang Duwur sama dengan awal berdirinya masjid Tiban, sebab berdasarkan usaha Raden Noer Rohmad menghubungi Mbok Rondo Mantingan juga terjadi pada tahun 1561.

Source Sejarah Batik Sendang Duwur Sejarah
Comments
Loading...