Sejarah Batik Riau

0 813

Sejarah Batik

Riau memiliki batik yang sudah dikenal dan menjadi budaya mulai dari jaman Kerajaan Melayu Kuno, yaitu Kerajaan Daik Lingga pada tahun 1824-1911 Masehi di Kepulauan Riau. Batik di jaman Lingga ini tidak menggunakan lilin sebagai perintang warna, melainkan pewarna perak dan kuning dicap pada bahan kain menggunakan perunggu bercorak khas melayu. Kain yang digunakan untuk membatik adalah kain halus seperti sutra.

Seiring dengan perkembangan peradaban, penggunaan bahan logam perunggu mulai ditinggalkan dan beralih ke kayu lunak yang selanjutnya biasa kita sebut kerajinan kain telepuk. Arti kata telepuk itu sendiri berarti motif bunga prada pada kain. Kerajinan telepuk berakar pada budaya India masa lalu, sampai saat ini belum diketahui kapan budaya India ini masuk ke wilayah Sumatera yang dalam masa lalu disebut swarnadwipa atau swarnabhumi atau serendib.

Sekitar tahun 1985, salah satu Dinas Propinsi Riau melakukan upaya untuk membangkitkan kembali budaya Batik Riau dengan memberikan pelatihan membatik ke masyarakat Riau. Teknik dan cara pembuatan Batik Riau sama dengan proses pembuatan batik Jawa yang menggunakan Canting sebagai komponen utama dalam membatik. Yang membedakan hanya pada motif batik yang tercipta pada selembar kain batik tulis Riau yaitu motif dengan gambar batik tenun melayu Riau.

Pada tahun 1990-an, Batik Selerang mulai dikenal sebagai batik Riau, akan tetapi keberadaan batik selerang tersebut mulai menghilang karena mungkin disebabkan oleh pangsa pasar yang lesu terhadap produk batik tersebut. Rantai proses evolusi motif batik Riau dimulai pada era pemerintahan SBY dimana batik mulai dipromosikan sebagai warisan budaya nusantara dan pemerintah mengajak masyarakat untuk mengenakan batik dalam setiap kegiatan sehari-hari termasuk dalam bekerja. Hal ini memunculkan kreativitas para perajin untuk menerbitkan motif-motif batik baru yang mengikuti trend fashion kekinian namun tetap menunjukkan ciri khas asal yaitu batik riau, hingga pada akhirnya menghasilkan suatu pola motif batik baru dengan mengambil tema tabir belang khas budaya melayu Riau dengan garis memanjang mulai dari atas hingga ke bawah disertai unsur motif Melayu. Ornamen utama terdapat pada tabir pelaminan Melayu Riau.  Selanjutnya dikembangkan lagi motif batik riau dengan memunculkan kombinasi corak tumbuhan yang diambil sebagai dasar desain batik seperti motif bunga atau kembang yaitu, bunga Bintang, Cempaka, Sosoum, dan Kenduduk. Batik Riau terus berkembang hingga pada akhirnya juga dikenal dengan nama ”Batik Tabir”.

Saat ini sudah banyak bermunculan produsen batik riau, diantaranya,

  1. Batik Lancang Kuning (kain Batik Tulis) produksi Ibu Sudirah
  2. Tanjung Sari (kain Batik Tulis) produksi Ibu tanjung
Source Sejarah Batik Riau Batik Riau
Comments
Loading...