Sejarah Batik Pasuruan

0 489

Sejarah Batik Pasuruan

Sejarah berkembangnya Batik Pasuruan sudah sejak jaman nenek moyang. Akan tetapi namun sempat mengalami kemunduran dan dikembangkan kembali sekitar tahun 1999. Saat ini terdapat sekitar 60 pebatik yang tersebar di kelurahan Bugul Kidul dan Tembokrejo. Terdapat Desa Wisata Batik Pasuruan letaknya di desa Jagil Kecamatan Prigen Kota Pasuruan. Batik di Indonesia memang sudah menyatu kuat dengan denyut nadi kehidupan masyarakat Indonesia. Seluruh daerah di Indonesia dapat ditemukan mahakarya ini dengan ciri khasnya masing-masing. Terkecuali Kota Pasuruan yang menonjolkan corak kembang sirih dan burung kepodangnya. Ini dijadikan ikon Kota Pasuruan dan sudah dijadikan seragam wajib bagi seluruh siswa sekolah dasar yang ada di Pasuruan.

Batik Pasuruan meski terbilang masih tertinggal dengan daerah lain yang lebih dikenal akan motif batiknya. Objek keindahan wisata Pasuruan yang sudah banyak dikenal para pengrajin pun menuangkannya dalam lukisan batik. Motif yang cukup dikenal adalah batik sedap malam jumputan bromo dan bunga krisan. Nama yang mengesankan karena namanya unik dan indah.

Batik Jumputan Pasir Bromo diambil dari nama gunung Bromo yang sudah terkenal. Nama Bromo sengaja diangkat untuk membuat penasaan para pecinta batik. Selain gunung Bromo kelebihan alam yang dimiliki di kawasan pegunungan Tutur Nongkojajar juga diangkat sebagai motif batik. Yakni bunga krisan. Cantik ini memiliki aneka wana yang banyak dicari untuk hiasan rumah maupun acara pernikahan. Melukiskan betapa indahnya bunga Krisan diambillah nama Wiyosing Ridi yang berarti sepasang kekasih yang menebar rasa kasih sayang untuk manusia dan alam sekitarnya. Bunga Krisan sangat kentara terlihat dalam batik Wiyosing Ridi tersebut. Kecil berwarna-warni dengan garis lukisan yang lebih tegas.

Batik nuansa bunga anggrek yang diciptakan dalam nama Ciptaning Panca Kusuma Wijaya. Ada kisah yang tersimpan dalam nama Ciptaning Panca Kusuma Wijaya. Terkait dengan perjalanan Raja Erlangga ke gunung Arjuna yang dipenuhi bunga-bunga anggerk menawan. Lagi yang tak kalah menariknya adalah nama Welirang Gondomukti yang menunjukkan sketsa gunung yang naik turun. Batik tersebut sengaja dipilih yang “njawani” agar lebih klasik dan tidak mudah dilupakan orang. Selain namanya yang unik Batik Pasuruan juga mulai dikenal karena mampu menciptakan pewarna kain batik buatan sendiri. Beberapa bahan dasar yang digunakan adalah daun mangga yang memunculkan warna hijau dan kulit kayu mahoni dengan warna merah.

Source Sejarah Batik Pasuruan Batik
Comments
Loading...