Sejarah Batik Masaran

0 194

Sejarah Batik Masaran

Sejarah Batik Masaran tidak lepas dari para pendahulu yang menjadi buruh batik di perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Solo. Lepas dari karyawan, sejumlah warga mencoba mendirikan usaha batik. Semakin hari permintaan batik semakin tinggi, ibarat ada gula ada semut, produsen batik pun semakin menjamur. Dunia bisnis batik Masaran tidak lepas dari dinamika batik tingkat nasional bahkan internasional. Kota Solo dan Pekalongan yang lebih dulu terkenal dengan kota produsen batik, menjadi pesaing tersendiri. Batik khas Masaran diakui tidak berbeda dengan batik Solo.

Timbul tenggelamnya produsen batik di Masaran, karena adanya eliminasi alam dan keadaan nyata dunia bisnis batik berserta persaingannya. Selain itu, sumber daya manusia juga memiliki peran penting kesuksesan warga Masaran. “Ada yang dari buruh lalu kaya, kemudian lupa diri dan jatuh miskin lagi, ada. Yang bertahan sukses juga banyak. Faktor sumber daya manusia juga membuat pihaknya kesulitan untuk mengembangkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) bidang batik. Banyak warga yang mendapat pinjaman modal dan bahan baku dari Koperasi Batik Girli Kliwonan. Namun macet dan tidak berkembang.

Bicara batik Sragen tidak adil hanya melulu Masaran, masih ada Plupuh dan Kalijambe yang ikut merasakan manisnya bisnis batik. Melihat letak geografis, tiga kecamatan yang saling berhimpitan itu menjadi faktor merambahnya batik ke luar Masaran. Di Desa Pungsari, Kecamatan Plupuh, bermunculan pengusaha batik. Ini tidak lepas dari jiwa kewirausahaan warga Pungsari yang sebelumnya menjadi buruh produsen batik di Masaran.

Source http://www.solopos.com/nasional http://www.solopos.com/2011/05/28/solo-punya-laweyan-sragen-punya-masaran-100030
Comments
Loading...