Sejarah Batik Kendal

0 58

Sejarah Batik Kendal

Sejarah Batik Kendal sudah ada sejak awal abad 19. Batik Kendal yang dulunya dikenal dengan sebutan batik kaliwungu (salah satu daerah di kabupaten Kendal) ini ada sejak tahun 1921 oleh H. Syafi’i. H. Syafi’i merupakan tokoh pertama yang menciptakan seni Batik Kendal. H. Syafi’i adalah warga Kendal yang tinggal di daerah Kaliwungu. Awal mula beliau mendirikan usaha batik ini karena keluarganya merupakan pengrajin batik pekalongan. Jadi, beliau sudah mengenal batik sejak kecil.Saat beliau menetap di Kendal, dan pada saat masa penjajahan Belanda dengan adanya sistem kerja paksa, membuat ekonomi masyarakat Kendal menurun dengan mayoritas warga sekitar adalah petani. Hidup mereka jauh dari kata sejahtera, bahkan untuk makan sehari-hari saja mereka susah untuk memenuhi.

Melihat kondisi dan keadaan tersebut, H. Syafi’i berpikir untuk diam-diam mencari tambahan agar hidupnya lebih baik. Ia mulai membatik sedikit demi sedikit dengan ilmu yang didapatkan dari keluarganya. Mulailah ia menciptakan karya batiknya sendiri. Ia mulai memperkenalkan ke masyarakat luar dengan karya indahnya. Pada masa itu batik Kendal sudah sangat terkenal diberbagai kalangan. Bahkan tak sedikit dari para penjajah bangsa kita yang gemar dan suka akan batik yang memiliki sebutan lain batik abangan ini. Batik Kendal sangat terkenal di masa itu karena dahulunya Kendal adalah salah satu daerah yang berada di jalur perdagangan yang strategis baik daratan maupun perairan.

Batik Kendal yang berasal dari kampung Kapulisen Desa Krajan Kulon Kecamatan Kaliwungu ini sempat vakum sejak tahun 1964. Perjalanan untuk mengangkat kembali batik Kendal dan menjadikannya sebagai identitas daerah diawali tahun 2004 oleh dr. Hj. Widya Kandi Susanti, M.M, C.D yang saat itu belum menjabat sebagai Bupati Kendal melainkan sebagai isteri Bupati Kendal. Perkembangan Batik Kendal mulai mengalami kemajuan pesat sejak beliau menjabat sebagai Bupati Kendal pada tahun 2010 dimana sudah ditetapkan bahwa Batik Kendal sebagai identitas daerah.

Source http://lib.unnes.ac.id/28185/1/5401410127.pdf
Comments
Loading...