Sejarah Batik Kebumen

0 808

Sejarah Batik Kebumen

Ilmu pembuatan batik di Kebumen sudah diturunkan turun temurun dari generasi ke generasi. Sekarang ini batik Kebumen terbagi menjadi dua jenis, yaitu batik cap dan batik tulis. Ada dua versi sejarah batik Kebumen, keduanya menyebutkan batik Kebumen mulai ada sejak abad ke 19. Batik mulanya eksklusif hanya untuk kalangan keraton. Kemudian Pangeran Bumidirdjo membuka wilayah Kebumen dan mulai memperkenalkan batik ke masyarakat.

Versi kedua ada yang menyebutkan bahwa batik dibawa ke Kebumen oleh para pendakwah Islam dari Yogyakarta, salah satunya adalah Penghulu Nusjaf. Pendakwah itu menetap dan mendirikan masjid. Mereka mewariskan keterampilan membatik pada masyarakat di timur kali Lukolo.

Kabupaten Kebumen terletak di pesisir pulau Jawa. Sebelah selatan Kabupaten Kebumen adalah Samudera Hindia. Kabupaten Kebumen memliki banyak kebudayaan. Kebudayaan batik yang awalnya hanya menjadi kebudayaan kerajaan dan keraton juga masuk ke Kebumen. Meluasnya batik keluar dari keraton setelah berakhirnya perang Diponegoro dan banyaknya keluarga keraton yang pindah ke daerah-daerah luar Yogya dan Solo karena tidak mau bekerjasama dengan pemerintah kolonial. Keluarga keraton itu membawa pengikut-pengikutnya ke daerah baru seperti di Kebumen. Di Kebumen karajinan batik terus dilanjutkan dan kemudian menjadi pekerjaan untuk pencaharian.

Masa Surut dan Keemasan

Pada tahun 1960 sampai 1980-an adalah masa keemasan batik Kebumen, dengan batik tulis sebagai komoditas unggulan. Produsen batik bisa dijumpai hampir di seluruh kabupaten Kebumen. Karena suatu sebab, pada 2004 batik Kebumen mengalami masa surut. Berbagai upaya dilakukan sehingga saat ini perlahan mulai bangkit lagi.

Keunggulan batik Kebumen adalah pengerjaan secara tradisional tetap dipertahankan. Untuk mengerjakan sebuah kain batik diperlukan waktu satu sampai dua bulan. Sehelai kain batik Kebumen dijual dengan harga ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Source Sejarah Batik Kebumen Batik
Comments
Loading...