Sejarah Batik Hewan

0 3.893

Sejarah Batik Hewan

Keindahan alam telah memberikan jutaan inspirasi bagi manusia untuk dapat menghasilkan karya yang menakjubkan sebagaimana pada seni batik. Begitu banyak objek di alam yang kemudian dijadikan motif batik, salah satunya adalah jenis fauna. Hewan yang sangat populer menghiasi ragam batik Indonesia antara lain kupu-kupu, ikan, burung, angsa, dan juga capung.

Ragam Motif Batik Fauna tidak lepas dari filosofi dan makna yang hendak disampaikan oleh perwakilan hewan tersebut. Sebagian besar tentu berisi tentang pedoman yang seyogyanya diteladani oleh manusia dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Misalnya Motif Burung menggambarkan arti kebebasan sedang kupu-kupu sarat dengan makna keindahan. Figur hewan pada kain batik biasanya telah mengalami perubahan bentuk, gaya, dan warna. Meski demikian perubahan tersebut tidak mengubah keaslian dari suatu hewan yang diceritakan.

Motif Batik Fauna atau Batik Satwa yang nyata ada di kehidupan maupun sekadar hewan-hewan yang hidup dalam kepercayaan dan mitologi. Di atas kain batik umumnya fauna yang dibuat motif telah mengalami perubahan baik dari segi bentuk, gaya, maupun warna. Penampakan hewan pada corak batik disertai makna yang hendak disampaikan melalui motif tersebut. Misalnya adalah figur burung yang membawa pesan suatu kebebasan, sedangkan motif gajah bermakna suatu kekuatan yang besar. Beberapa hewan lain yang sering tampil dalam corak batik adalah kupu-kupu, capung, ikan, dan kadal.

Tidak jarang pula beragam Motif Hewan pada batik mengalami deformasi, artinya tampilan fauna tersebut lebih dikreasikan tanpa harus meninggalkan bentuk aslinya. Contoh motif fauna yang telah dideformasi adalah corak Gringsing dan Sido Mukti. Pada dasarnya ragam corak seni batik mayoritas memang menggambarkan

Mahluk hidup meliputi hewan dan Batik Flora atau tumbuhan. Sementara itu motif perwujudan benda mati yang paling terkenal diantaranya adalah motif batik parang yang telah dikenal sejak masa Kerajaan Kartasura. Motif parang memiliki filosofi tinggi agar manusia tidak mudah menyerah melakukan hal yang baik, seperti halnya ombak lautan yang tidak berhenti bergerak. Bentuk Motif Animal dapat dibuat berdasarkan berbagai jenis binatang,misalnya burung, gajah, cicak, ikan, dan ayam. Dalam membuat ragam hias, Motif Hias Animal bias digabung dengan Motif Hias Vegetal atau Motif Geometrik. Sebagai contoh, untuk menggambar ragam hias dengan Motif Burung dilakukan langkah-langkah sebagai berikut :

1) Membuat gambar kontur burung dengan penggayaan tertentu sebagai pola gambar ragam hias.
2) Membuat garis-garis atau bentuk Motif Tambahan (misalnya Motif Vegetal) untuk mengisi pola tersebut.
3) Selesaikan gambar dengan mengisi bidang-bidang dengan warna yang menarik.

Motif Ragam hias daerah di Indonesia banyak menggunakan hewan sebagai objek ragam hias. Daerah-daerah tersebut seperti Yogyakarta, Bali, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Motif Ragam hias fauna tersebut dapat di jumpai pada hasil karya batik, ukiran, sulaman, anyaman, tetun, dan kain bordir. Ragam hias bentuk fauna dapat dijadikan sarana untuk memperkenalkan kearifan local daerah tertentu di Indonesia seperti burung cenderawasih di Papua, komodo di Nusa Tenggara Timur, dan gajah di Lampung.

Source Sejarah Batik Hewan Batik
Comments
Loading...