Sejarah Batik Cual

811

Sejarah Batik Cual

Menurut bahasa setempat, kata cual mengacu pada proses celupan awal pada benang yang akan diwarnai. Namun seiring perkembangan waktu, cual menjadi suatu sebutan masyarakat Bangka Belitung terhadap kain tradisionalnya.

Bangka mempunyai Kain Cual sebagai kain adat yang sudah berkembang sejak abad XVI. Menenun cual awalnya merupakan aktivitas perempuan Bangsawan Muntok, Bangka Barat. Kebanyakan mereka adalah gadis-gadis tua yang belum menikah. Mereka malu ke luar rumah. Kesehariannya diisi dengan menenun kain cual.

Pada tahun 1914 hingga 1918, terjadi perang besar melanda Eropa yang menyebabkan terputusnya bahan baku tenun cual. Masuknya tekstil dari Cina menjadi pelengkap orang-orang Muntok meninggalkan kerajinan tenun cual.

Motif Batik Cual mengambil dari nama-nama tumbuhan, hewan dan binatang berupa flora dan fauna. Dari ragam motif di atas pastinya memiliki filosofi tersendiri, hal tersebut dilihat dari corak dan warna dari masing-masing Motif Kain Cual. Misalnya saja, Motif Kain Cual bergambar bebek yang memiliki makna persatuan dan kesatuan dan kain cual bermotif bunga yang melambangkan kesucian, keanggunan rezeki dan segala kebaikan yang digunakan oleh pemakai.

Misalnya saja pada daerah Belitung Timur, Motif Batik Cual yang terkenal adalah Motif Gelas Kopi yang mencerminkan pada suatu daerah Kecamatan Manggar memang dikenal dengan minuman dengan aroma menggoda bewarna hitam tersebut dengan sebutan 1001 warung kopi.

Beda lagi dengan Motif Naga pada Kain Cual yang melambangkan kegagahan dan keperkasaan bagi si pemakai. Pada masa dahulu, Kain Cual yang yang digunakan menggambarkan status sosial yang dimiliki oleh seseorang. Biasanya digunakan pada acara pesta perkawinan, menjadi pakaian kebesaran, serta digunakan sebagai pakaian pengantin.

Source Sejarah Batik Cual Batik Motif
Comments
Loading...