Sejarah Batik Cianjur

0 321

Sejarah

Sejarah batik Cianjur tidak akan terlepas dari nama Harry M. Sastrakusumah dan lembaga yang berkonsentrasi pada Batik yakni LP3EM Hibar. Dalam rangka melestarikan budaya batik Kabupaten Cianjur mendaftarkan Hak Cipta untuk mempertahankan kekhasan budaya agar tidak diambil oleh Negara lain.

Batik (atau kata Batik) berasal dari bahasa Jawa “amba” yang berarti menulis dan “nitik”. Kata batik sendiri meruju pada teknik pembuatan corak menggunakan canting atau cap dan pencelupan kain dengan menggunakan bahan perintang warna corak “malam” yang diaplikasikan di atas kain, sehingga menahan masuknya bahan pewarna.

Dalam bahasa Inggris teknik ini dikenal dengan istilah wax-resist dyeing. Jadi kain batik adalah kain yang memiliki ragam hias atau corak yang dibuat dengan canting dan cap dengan menggunakan malam sebagai bahan perintang warna.

Teknik ini diterapkan di atas bahan yang terbuat dari serat alami seperti katun, sutra, wol dan tidak bisa diterapkan di atas kain dengan serat buatan (polyester). Kain yang pembuatan corak dan pewarnaannya tidak menggunakan teknik ini dikenal dengan kain bercorak batik biasanya dibuat dalam skala industri dengan teknik cetak (print) bukan kain batik.

United Nations Education Social and Cultural Organization (UNESCO) menetapkan batik sebagai bentuk budaya bukan benda warisan manusia atau UNESCO representative list of intengible cultural heritage of humanity. Pada tanggal 2 Oktober 2009 UNESCO menetapkan batik sebagai bentuk budaya bukan benda warisan manusia (Representative List of Intangible Cultural Heritage). Untuk itu, mari masyarakat Indonesia memakai batik sebagai bentuk penghargaan terhadap batik.

Kabupaten Cianjur yang memiliki berbagai potensi. Namun, belum sepenuhnya dan seluruhnya digali secara maksimal. Oleh karena itu diperlukan Lembaga Pengkajian Pengembangan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Batik dan cindramata khas Cianjur yang perlu dipersiapkan dari segi kelembagaan, segi yuridis segi manajemen sumber daya manusia, segi permodalan, pemasaran, teknologi, akses informasi, jaringan usaha dan lain sebagianya serta  dengan menggali berbagai potensi dan peluang yang dimiliki Kabupaten Cianjur.

Semuanya itu harus dilakukan secara baik, terkoordinasi dan sinergis dari Pemerintah, Dunia Usaha dan Masyarakat. Disamping itu untuk memberikan warisan terhadap generasi muda perlu dilakukan berbagai Pelatihan Instruktur supaya dapat meningkatkan wawasan pengetahuan dan ketrampilan khususnya tentang perbatikan di Kabupaten Cianjur yang pada akhirnya dapat menjadi pioneer dan menyebarluaskan informasi dan membudayakan wirausaha dikalangan masyarakat tentang perbatikan di Kabupaten Cianjur.

Berbagai ide kreatif dan inovatif dari sebagian kalangan masyarakat Cianjur harus dapat diwujudkan salah satu wujud dengan terbentuknya Lembaga Pengkajian Pengembangan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Batik dan Cindramata Khas Cianjur yang diberi nama HIBAR agar dimasa yang akan datang Perbatikan di Kabupaten Cianjur agar lebih jelas, terarah dan dapat dijadikan laboratorium/Percontohan di Kabupaten Cianjur.  Berbagai langkah-langkah yang positif dan tindakan yang kreatif perlu terus dilakukan dan terus didorong agar dapat mengembangkan daya pikir dan inovasi serta daya imajinasinya lebih terarah dan lebih baik.

Source Sejarah Batik Cianjur Batik Cianjur
Comments
Loading...