Sejarah Batik Adi Purwo Purworejo

0 488

Sejarah Batik Adi Purwo Purworejo

Kabupaten Purworejo merupakan salah satu kabupaten yang sudah lama memproduksi kain batik tradisional maupun batik kontemporer. Berawal dari batik tradisional atau Batik Klasik Bagelenan di daerah pesisir, Batik Purworejo berkembang dengan memadukan corak batik klasik dengan corak ragam hias dari potensi yang ada di Purworejo. Sebagai kabupaten yang berdekatan dengan kerajaan Mataram kuno, Purworejo hingga saat ini masih meneruskan adat dan budaya yang diwariskan oleh kerajaan Mataram kuno mulai abad XI yang diantaranya adalah budaya membatik. Perkembangan batik tulis di Kabupaten Purworejo merupakan budaya turun menurun dari sesepuh atau orang yang terdahulu, namun seiring perkembangannya budaya membatik tersebut seakan mati suri hingga dikembangkan kembali pada tahun 2006 dengan dibuatnya kelompok pengrajin batik Laras Ndriyo yang terdiri dari Desa Sumber Agung yang berjumlah kurang lebih ada sepuluh orang dan di desa lainnya yaitu Desa Grabag, Rejo Sari dan Kudu Kulon.

Sentra batik yang terdapat di kabupaten Purworejo tersebut di beberapa kecamatan yaitu kecamatan Banyu Urip, Bruno, Purworejo dan Bagelen. Kondisi dan potensi yang ada di kabupaten Purworejo sangat beragam, sehingga diangkat menjadi ragam corak batik khas “Adi Purwo” Purworejo. Potensi seni dan budaya ditampilkan dalam ragam corak penari dolalak dan bedug Purworejo yang terbesar di Indonesia, potensi pertanian dan perkebunan berupa manggis, durian dan empon-empon, potensi peternakan berupa kambing peranakan ettawa, potensi industri rakyat berupa makanan klanting, kue clorot dan gula kelapa. Potensi-potensi tersebut yang dijadikan inspirasi dalam menciptakan motif batik khas “Adi Purwo” Purworejo yang merupakan batik kontemporer.

Terdapat perbedaan antara batik khas “Adi Purwo” Purworejo dengan batik tradisional atau batik klasik, yang membedakan adalah ragam corak atau ragam hiasnya, batik tradisional dikenal dengan Motif Melati Secontong, Lung Kenongo, Nam Kepang, Laras Ndriyo, Pisang Bali, Limaran, Lung Semongko, Buntal Kampuh, Menyan Kobar, Sidoluhur, Sidomukti, Leler Mengeng, Parang, Kawung dan masih banyak motif tradisional lainnya. Sedangkan pada batik khas “Adi Purwo” Purworejo motifnya berupa potensi-potensi yang ada di Purworejo dengan beragam potensinya. Desainer motif “Adi Purwo”, Hartanti Hartomo, mengemukakan bahwa ide tersebut diperoleh saat dirinya mengikuti lomba Karya Batik Nusantara tingkat nasional yang diselenggarakan di Balai Batik Yogyakarta. Saat itu dirinya mengangkat tema “Tradisi dan Modernitas Menuju Identitas”, ia menampilkan batik bermotif potensi Purworejo. Saat itu ia masih memberi nama dengan “Pesona Purworejo”, ternyata ragam corak dengan potensi yang ada di Purworejo mempunyai daya tarik tersendiri bagi dewan juri dan hal ini terbukti mampu membawa ragam corak tersebut masuk ke dalam 20 besar dari dua ratus peserta.

Source http://digilib.isi.ac.id/2762/6/Jurnal%20TA%20Perancangan%20Video%20Profil%20Khasanah%20Batik%20Adi%20Purwo%20Kabupaten%20Purworejo.pdf
Comments
Loading...