Sebuah Cerita di Balik Motif Batik Banten

0 403

Sebuah Cerita di Balik Motif Batik Banten

Pada tahun 1976 saat Pusat Penelitian Arkeologi mengadakan penelitian dan ekskavasi di Situs Keraton Surosowan yang merupakan Situs Keraton Kesultanan Banten, ditemukan sejumlah gerabah dan keramik lokal yang berpola hias. Penelitian dan pengamatan yang dilakukan dalam mengungkap keberadaan gerabah dan keramik memperlihatkan adanya pola hias yang dikerjakan dengan beberapa teknik dekorasi. Teknik dekorasi yang diterapkan pada gerabah dan keramik lokal Banten ini antara lain teknik gores, teknik pukul (tatap berukir), teknik tekan (cap dan bukan cap), teknik cubit, dan teknik tempel (dengan cetakan dan tidak dengan cetakan). Lalu pola hias yang ditemukan dari rekonstruksi gerabah dan keramik lokal Banten ini berjumlah 75 pola hias yang merupakan pola hias tunggal dan pola hias gabungan.

Peranan gerabah dan keramik lokal ini sangatlah penting bagi masyarakat Banten pada zaman dahulu. Kegunaannya yang menjadikan gerabah dan keramik ini sangat berguna bagi kehidupan keseharian masyarakat Banten sekitar abad ke-18 dan ke-19 M. Sebagai barang kegiatan rumah tangga dan kegiatan industri seperti pembuatan alat logam perunggu dan besi.

Terdapat 75 motif hias yang terdapat dalam temuan gerabah dan keramik hasil penelitian arkeologis di situs Keraton Surosowan inilah, oleh Ir. Uke Kurniawan seorang “Wong Banten” yang peduli terhadap kebudayaan daerahnya mengangkat motif-motif tersebut menjadi Motif Batik khas Banten dan mulai menghidupkan kembali tradisi membatik di daerah Banten yang telah hilang selama lebih dari 200 tahun.

Source Sebuah Cerita di Balik Motif Batik Banten Batik
Comments
Loading...