Sayembara Desain Batik di Negeri Sakura

0 32

Sayembara Desain Batik di Negeri Sakura

Dalam rangka memperingati hari batik, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Jepang bersama kedua komisariatnya yaitu PPI Hokuriku dan PPI Ishikawa mengadakan sayembara desain batik. Tidak hanya sayembara, diadakan juga bincang-bincang yang dihadiri para ahli yang paham mengenai batik.

Bertempat di Ishikawa International House, sayembara dan bincang-bincang dihadiri oleh tiga narasumber, yakni Alinda F.M. Zain selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Tokyo, Rodia Syamwil selaku Dewan Batik Nasional, dan Prof Haruya Kagami dari Kanazawa University yang pernah melakukan riset di Bali pada tahun 1981.

’’Batik, sebagai salah satu contoh kekayaan warisan budaya Indonesia, tentunya harus kita lestarikan. Namun tidak lupa, sebagai WNI di luar negeri, kita juga harus melakukan sosialisasi agar batik dapat dikenal oleh masyarakat di luar sana,’’ papar Alinda.

Alinda juga mengingatkan kita semua penting menjaga batik agar batik tidak diklaim sebagai warisan negara lain. Sayembara batik kali ini juga merupakan perwujudan nyata dari para pelajar Indonesia dalam menguatkan batik sebagai identitas.

Rodia menjelaskan bahwa batik sebenarnya tidak hanya terdapat di Indonesia, namun dapat juga ditemukan di India, Jepang, bahkan di Slovakia yang berada di bagian timur Eropa. Batik juga melewati berbagai perkembangan zaman hingga jadi seperti yang ditemukan hari ini.

Batik yang terdapat saat zaman kerajaan Hindu tentunya berbeda dengan zaman kerajaan Islam, juga tentunya berbeda pula dengan yang ditemukan di Kesultanan Yogyakarta. Hal yang paling mencolok, tentunya terdapat pada motif.

Sedangkan Prof Haruya menjelaskan pentingnya motif batik dan juga filsafat yang terkandung daripadanya. Mengambil contoh dari batik yang terdapat di Jepang, Prof Haruya menjelaskan makna dari beberapa motif batik.

Misalnya motif Gunung Fuji menggambarkan tempat bersemayam para dewa, tempat yang tiada duanya. Ada juga motif bahan makanan mentah yang bermakna hasil alam yang melimpah. Motif yang tertuang pada kain menggambarkan keadaan dan harapan sang penggambar, serta memberikan identitas pada batik, menjadikannya sesuatu yang spesial.

Di akhir sayembara ini, para narasumber mengumumkan pemenang desain batik. Sayembara tahun ini dimenangkan oleh Morinta Rosandini, seorang dosen di Telkom University dengan judul “Kanaka Batik”.

Source https://www.jawapos.com https://www.jawapos.com/internasional/04/10/2017/sayembara-desain-batik-di-negeri-sakura
Comments
Loading...