Sanggar Batik Krakatoa, Pembuat Batik Khas Kota Cilegon

0 149

Sanggar Batik Krakatoa, Pembuat Batik Khas Kota Cilegon

Batik Krakatoa Cilegon telah hadir di Kota Cilegon selama lebih dari satu tahun, melalui pemberdayaan masyarakat Cilegon yang di bantu Yayasan Suara Hati Kita yang di ketuai oleh H Helldy Agustian, telah terbukti sudah banyak motif2 yg menceriterakan ttg Kearifan Lokal Cilegon – Banten. Seperti Motif : Sate Bebek,Godong Kestele, Godong Tangkil, Masjid Agung, Masjid Sumpah, Ani-ani, Gunung Krakatau, Trisula, Kue Engkak, Kue Gipang, Genteng, Brng Kuntul, Sumur Pitu, Golok, Menara Banten, Masjid Terapung Banten, Wuni, Bandrong, Badui, Kiamuk (Meriam), Sate Bebek, Rampak Bedug, Ule Lemah dll.

Tempat sanggar saat ini di daerah Cibeber tepatnya di kelurahan kedaleman dari PCI sebelum Toyota blok Kiri,. Meski baru berdiri dua bulan lalu, sanggar yang berlokasi di Jalan Teuku Umar, Lingkungan Kalanganyar, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, ini selalu ramai oleh aktivitas membatik. Cilegon Cuaca di Kota Cilegon tak menyurutkan semangat gadis-gadis dan ibu-ibu yang sedang mencanting batik di Sanggar Batik Krakatoa. Sanggar yang kini menjadi magnet baru bagi warga Cibeber dan sekitarnya untuk belajar membatik. Mulai dari remaja, ibu rumah tangga, hingga nenek-nenek, belajar membatik di sanggar itu. Nurhayati (18), misalnya, pelajar salah satu SMA swasta di Kota Cilegon ini setiap hari sepulang sekolah ikut membatik di sanggar ini. Sebelumnya, ia dilatih selama dua pekan dan sudah bisa membatik secara profesional di atas kain.

Demikian juga Nur Asia (17). Gadis putus sekolah yang semula menganggur, kini sudah punya kesibukan. Warga Lingkungan Kadipaten, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, itu sudah mampu menghasilkan beberapa lembar kain batik. Berbeda dengan Jubaedah (50). Nenek satu cucu yang sebelumnya berprofesi sebagai pembantu rumah tangga itu kini mulai meninggalkan pekerjaannya. Sejak sebulan lalu, ia memilih belajar membatik.

Kemarin, pengurus sanggar membagikan batik kepada para perajin. Masing-masing perajin mendapatkan sehelai kain batik karyanya sendiri. Ini dilakukan agar perajin merasa bangga dan lebih menghargai hasil karyanya. Batik Krakatoa terbilang unik. Semua motifnya digambar dari kearifan lokal yang berkembang di Kota Cilegon. Sebut saja motif sate bebek Cibeber, ani-ani padi, godong kestela, kelotoh, Masjid Agung Nurul Ikhlas, trisula, kue engkak, Gunung Krakatau, kue gipang, serta sate bandeng.

Saat pelaksanaan MTQ XI Banten di Cilegon, 19 Maret sampai 23 Maret lalu, Sanggar Batik Krakatoa menjadi salah satu peserta pameran. Respons warga terhadap produk batik tersebut cukup positif. Terbukti, sebanyak 56 lembar kain berhasil terjual dalam pameran selama empat hari itu. Tak berhenti sampai di situ, kini Sanggar Batik Krakatoa, mulai kebanjiran order.

Mulai dari pejabat kepolisian, perusahaan, instansi pemerintah hingga perhotelan. Dibuatnya batik khas Cilegon, kata Hany, bermula dari kegemaran suaminya yang suka memakai batik. Sebuah lembaga sosial yang bergerak dalam bidang pelayanan kesehatan di Kota Cilegon pimpinan Helldy Agustian. Kedua lembaga itu memberikan pelatihan kepada warga secara gratis. Kini, Sanggar Batik Krakatoa masih mengontrak sebuah rumah di Jalan Teuku Umar selama dua tahun ke depan. Ke depan, Hany ingin membangun sanggar permanen di lahan miliknya, masih di Kelurahan Kedaleman.

Source http://www.batikkrakatoacilegon.com/ http://www.batikkrakatoacilegon.com/2015/06/batik-krakatoa-cilegon-telah-hadir-di.html
Comments
Loading...