Saat Kuntul Perak Jadi Batik Khas Bontang, Begini Kisahnya

0 55

Saat Kuntul Perak Jadi Batik Khas Bontang, Begini Kisahnya

Batik Kuntul Perak merupakan batik khas dari Kota Bontang Kalimantan Timur. Batik ini merupakan hasil pemikiran dan karya putra asli Bontang yang peduli dengan kearifan lokal daerahnya, yakni Sayid Abdul Kadir Assegaf. Berawal pada November 2007, Kadir bersama PKBL Pupuk Kaltim dan delegasi dari daerah lainnya ditunjuk oleh Kementrian Perindustrian dan Kementrian Perdagangan mewakili Indonesia. Mereka diminta untuk mengikuti pameran di Kuala Lumpur, Malaysia.

Setelah kembali ke tanah air, Kadir berkoordinasi dengan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Dan Perdagangan. Saat itu yang ditemui Kadir pada masa itu adalah Kepala Bidang Perindustrian Retno dan Kepala Seksi Industri Logam, Mesin dan Aneka Kerajinan, Ridwan. Dalam diskusinya, ia menceritakan pengalamannya kepada Retno dan Ridwan saat mengikuti pameran di Malaysia. Salah satunya Kerajinan Batik yang ditonjolkan oleh daerah-daerah lain pada pameran itu.

Dari pengalaman itulah munculah ide brilian pria keturunan arab ini untuk menghasilkan produk Batik khas kota Bontang yang memang belum pernah ada. Setelah cukup lama menimbang-nimbang nama yang pas, akhirnya Kadir memilih brand ‘Kuntul Perak’ dibanding menggunakan nama Mangrove atau Batubara. Hal ini karena maskot Kota Bontang adalah Burung Kuntul Perak. Burung Kuntul Perak adalah burung penetap dan berkaki panjang. Ukurannya di antara Burung Kuntul Besar dan Kuntul Kecil. Karakteristik Kuntul Perak bersarang dan berkoloni bersama burung air lainnya.

Pada 2009, Pemerintah Kota Bontang melalui Disperindakop melaksanakan pelatihan membatik di Yogyakarta. Pelatihan ini bekerjasama dengan Balai Pelatihan Batik Yogyakarta. Karena dirasa kurang maksimal, Pemkot Bontang kembali menggelar pelatihan yang sama di Bontang dan kala itu diikuti sebanyak 25 peserta. Berselang dua tahun, dari puluhan peserta tersebut hanya menyisakan dua orang saja yang konsisten dan bertahan menggeluti kerajinan batik ini, yakni Kadir dan saudaranya. Sehingga di tahun 2011 itu, Kadir membuat beberapa contoh kain dan didaftarkan ke Direktorat Jendral Hak Kekayaan Intelektual (Dirjen HAKI). Hal ini ia lakukan agar dikemudian hari kelak tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. 

Setelah mendapatkan pengakuan dari Dirjen HAKI, barulah Kadir merilis beberapa motif batik yang telah ia buat sebelumnya dan diberi brand bernama “Batik Kuntul Perak”. Motif Batik Kuntul Perak yang pertama kali lahir berjumlah sembilan jenis motif. Yakni Motif Kuntul Perak, Motif Pohon Mangrove, Motif Mangrove dan Kuntul Perak, Motif Mangrove dan Daun Anggrek, Motif Daun Anggrek dan Kuntul Perak, Motif Kuntul Perak dan Taburan Batu, Motif Mangrove dan Taburan Batu, Motif Kuntul Perak dan Tanahan Serat Kayu. Yang terakhir, Motif Kuntul Perak dan Mangrove Tanah Remukan. Hingga saat ini, Batik Kuntul Perak telah mencapai ratusan motif batik. Kadir berharap, Batik asli khas Kota Bontang ini nantinya menjadi salah satu warisan budaya dan menambah kekayaan budaya bangsa Indonesia. 

Source https://m.timesindonesia.co.id/ https://m.timesindonesia.co.id/read/157893/20171002/230814/saat-kuntul-perak-jadi-batik-khas-bontang-begini-kisahnya/_MURL_
Comments
Loading...