Robby Tumewu dalam Kenangan Sjamsidar Isa: Respect dan Batik

0 142

Ketua Dewan Pengurus Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) Sjamsidar Isa punya peran penting dalam karier mendiang Robby Tumewu sebagai desainer. Ia memiliki andil suara dalam meloloskan Robby menjadi anggota IPMI, asosiasi desainer lokal yang diakui di ASEAN pada tahun 1988.

Sebab tak sembarang perancang busana bisa bergabung dalam asoiasi yang didirikan pada tahun 1985 tersebut. Ibu Tjammy, begitu sapaan akrab Sjamsidar Isa bahkan sempat melihat sendiri show Robby Tumewu di Bandung. Tempat tinggal Robby sebelum mengadu peruntungan di Ibukota Jakarta.

Aktor dan komedian yang beken lewat Lenong Rumpi itu pun memiliki semua kriteria sebagai syarat masuk menjadi anggota IPMI. Selain membuat koleksi busana untuk fashion show yang memprediksi tren, satu tugas yang diberikan pada anggota IPMI lainnya adalah berkarya dengan wastra nusantara.

Kala itu, tiap desainer dipaksa untuk membuat koleksi menggunakan material kain Indonesia, seperti batik, tenun, songket, ikat, dan masih banyak lagi. Hal itu bertujuan untuk mengenalkan dan mendekatkan perancang lokal pada wastra, terutama dari sisi teknik dan prosesnya.

“Kalau mau pilih batik, kami membebaskan desainer pilih motif. Dan saya enggak pernah lupa dengan motif unik yang dibuat Robby, sangat out of the box. Dia pakai bunga khas Mary Quant sebagai motif batiknya,” ujar Ibu Tjammy saat dihubungi Fimela via telepon, Senin.

Respect

Seperti yang diceritakan sebelumnya, Robby Tumewu mempunyai karakter kuat dalam garis rancangannya. Dengan cirinya yang colorful, ceria, dan very young. Logo khas desainer Mary Quant-lah yang kecantol dalam proses kreatif pembuatan motif batiknya.

Selain dalam urusan karya dan kreativitas, ibu dari selebritas Aida Nurmala itu juga memiliki momen tak terlupakan lain dari mendiang Robby Tumewu dalam menepati janji.

Kala itu, tiap anggota IPMI yang akan mengikuti trend show dibebankan biaya kontribusi senilai Rp3 juta. Biaya kontribusi yang bertujuan untuk mengikat sang desainer untuk menimbulkan rasa tanggung jawab.

Sayangnya karena kondisi ekonomi yang belum stabil, Robby Tumewu tidak bisa membayar biaya yang diwajibkan pada tiap desainer. Sebab sisa uang yang dimilikinya, hanya cukup untuk membuat koleksi busana untuk trend show.

“Ini Rob, saya pinjamkan uang. Respons saya saat dia cerita kondisi keuangannya. Dia bilang kalau enggak bisa ganti bulan depan, baru bisa bayar tiga bulan lagi,” lanjut Ibu Tjammy.

Benar saja, persis di tanggal jatuh tempo, Robby langsung melunasi pinjamannya. “Tepat tiga bulan, ia langsung bayar. Saya sangat respect sama dia, ada komitmen dan janji yang ditepati,” tutup Bu Tjammy.

Source https://www.fimela.com https://www.fimela.com/fashion-style/read/3871032/robby-tumewu-dalam-kenangan-sjamsidar-isa-respect-dan-batik
Comments
Loading...