Retnodyah Lestarikan Batik Lewat Goresan Cantik di Atas Bolu Gulung

0 19

Retnodyah Lestarikan Batik Lewat Goresan Cantik di Atas Bolu Gulung

Keindahan kain batik tak hanya memukau para peminat dalam negeri saja, namun juga melanglang buana ke mancanegara, hingga diakui oleh dunia. Bahkan, batik telah masuk ke daftar warisan budaya dunia milik UNESCO. Menariknya, keindahan motif batik tak hanya bisa digoreskan lewat kain saja. Detail goresan nan memukau tersebut bisa disalurkan melalui media apapun, tak terkecuali makanan. Inilah yang membuat Retnodyah Nindyo Nindito, seorang pengusaha kue yang menyalurkan kecintaannya akan batik melalui kreasi bolu gulungnya.

Wanita berusia 46 tahun ini membuat inovasi terbaru yang membuat motif indah batik tak cuma sedap dipandang, namun juga nikmat untuk disantap. Layaknya kanvas lukis, ia lukiskan berbagai motif batik di atas permukaan bolu gulung buatannya. Rasa cintanya terhadap warisan budaya Nusantara menjadi inspirasi bagi Retno untuk melestarikannya lewat cara yang menarik. Kepada kumparanFOOD, ia mengisahkan bahwa hobi membatiknya sudah muncul sedari kecil. Sekolahnya yang berdekatan dengan keraton Yogyakarta membuat kegemarannya melukis batik makin tersalurkan.

Menariknya, ide untuk menggabungkan kue bolu dengan motif kain batik tak sengaja muncul saat ia tengah merapikan dagangan kain batiknya. Kala itu, ia tengah menggulung kain jualannya, tiba-tiba terlintas ide untuk membuat bolu gulung bermotif batik. Melalui percobaan penuh kegagalan, akhirnya Retno berhasil menemukan resep bolu batik yang pas. Hampir tiap hari, selama satu bulan penuh, ia terus mencoba-coba, mencari kira-kira takaran mana yang tepat.

Hingga akhirnya, tepatnya pada bulan Juni 2014, ia temukan resep yang sempurna. Tak pikir panjang, ia langsung membagikannya ke forum memasak yang ada di Facebook, dan resep bolu batik buatannya sontak menjadi booming. Apalagi kala itu belum ada kue yang memiliki tampilan seperti miliknya. Ya, bisa dibilang Retno-lah pemrakarsa kudapan bermotif batik nan cantik. Proses memasak bolu batik ini terbilang tak mudah, karena harus melalui beberapa tahapan. Bagi pemula, waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan motif batik di atas kue adalah 5 jam lamanya. Tak mengherankan, karena menggambar motif batik membutuhkan ketelitian dan tak bisa dilakukan dengan terburu-buru agar hasilnya sempurna.

Lukisan motif batik tersebut digambar di atas kertas loyang, baru ‘diwarnai’ dengan adonan kue. Setelahnya, baru bolu dikukus atau dipanggang hingga matang. tahun berjalan sudah, bolu batik buatan Retno kini semakin tersohor. Bila dulunya ia kerap mendapat inspirasi dari motif kain batik yang ada di pasaran, sekarang ia mampu menciptakan motifnya sendiri, yang menjadi ciri khas dari bolu batik buatannya. Motif batik klasik seperti Kawung dan Parang menjadi model yang paling sering ia bubuhkan di atas permukaan bolu. Tak heran, bolu batik karya Retno banyak didominasi dengan warna gelap dan kalem. Meski beberapa di antaranya juga memiliki warna cerah karena permintaan sang pemesan.

Nama ‘Bolu Batik’ sendiri ia cantumkan untuk memperkuat identitas Indonesia. Alih-alih mentransformasikan namanya ke bentuk universal dalam bahasa Inggris, yakni roll cake, ia tetap kukuh mempertahankan nama bolu dalam produk buatannya. Agar menjadi ciri khas Indonesia, katanya. Makna penuh arti di balik namanya tersebut seakan ikut diamini. Kini, produk bolu gulung buatannya telah melanglang buana ke berbagai belahan dunia, seperti Jerman, Turki, Singapura, dan Malaysia. Meski hanya melayani pesanan secara online, Retno mengaku bahwa banyak pelanggannya dari luar Indonesia yang tengah berkunjung ke ibu kota dan memintanya mengirim bolu ke hotel tempat mereka menginap, untuk dijadikan sebagai buah tangan.

Lantas berapa harga kue buatan Retno? Harga untuk kue bolu batik paling kecil adalah Rp 50 ribu, sedangkan untuk cake batik dibanderol Rp 750 ribu. Profesinya pun kini bertambah, bukan hanya menjadi pengusaha kue saja, tapi sembari menjadi pengajar, memberi arahan bagi muridnya yang ingin coba-coba membuat bolu bermotif batik. Kini, muridnya sudah berjumlah ribuan, dan tak hanya berasal dari Indonesia saja, namun banyak pula dari negeri tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Menurut Retno, peminat kue berlukiskan motif batik dari mancanegara memang tinggi, hingga banyak pula orang Indonesia selain dirinya yang menjadi pengajar di luar negeri.

Meski kepopulerannya semakin meroket, Retno tetap menjaga kualitas bolu batik buatannya. Hanya dengan bantuan lima pegawai, ia mampu menyelesaikan hingga 100 pesanan kue tiap harinya. Retno memang tak ingin memiliki terlalu banyak pegawai, karena dengan jumlah yang banyak justru membuatnya tak bisa melakukan pengawasan secara leluasa. Banyak pegawainya yang masih belum mampu membuat motif batik dan perpaduan warna sesuai dengan keinginannya.

Karena itulah, ketimbang harus mengorbankan tampilan dan estetika, motif batik pada bolu masih dilukisnya sendiri. Barulah para pegawai mewarnainya dengan adonan kue, tentu dengan arahan langsung dari Retno. Tak hanya sebatas bolu gulung saja, Retno terus berkreasi menggoreskan motif batik di atas beragam jenis kue. Sekarang ini, ia bahkan telah berhasil menyulap puding dan kue tart menjadi karya seni yang sarat akan identitas Nusantara.

Bagi Retno, batik tak hanya bisa dinikmati melalui indra penglihatan saja, tetapi juga bagaimana ia bisa dinikmati lewat indra pengecap. Lewat tujuan itu pulalah, ia berhasil menembus batas, menciptakan karya seni warisan Nusantara melalui bolu batik buatannya.

Source https://kumparan.com/ https://kumparan.com/@kumparanfood/retnodyah-lestarikan-batik-lewat-goresan-cantik-di-atas-bolu-gulung-1538488382420453478
Comments
Loading...