Regenerasi Pembatik Lokal‎ Melalui Banyuwangi Batik Festival

0 107

Regenerasi Pembatik Lokal‎ Melalui Banyuwangi Batik Festival

Industri Batik yang ada di Kabupaten Banyuwangi terus mengalami perkembangan. Permintaan akan Batik Banyuwangi terus meningkat seiring dengan kunjungan wisatawan yang semakin meningkat. Banyuwangi melakukan regenerasi untuk memunculkan para pembatik, lewat lomba membuat motif dan mencanting batik. Akhir pekan ini, Banyuwangi menggelar Batik Festival, festival yang menunjukkan beragam kekayaan batik Banyuwangi. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, batikfestival ini digelar bukan hanya sebagai panggung hiburan saja, namun juga sebagai ajang pembelajaran bagi pembatik lokal untuk meningkatkan kualitasnya.

Banyuwangi Batik Festival (BBF) tidak sekedar panggung fashion saja, namun rangkaiannya ada beragam acara. Mulai dari lomba membuat motif, mencanting batik, hingga lomba busana batik bagi pembatik lokal. Ini sebagai upaya kami regenerasi pembatik dan memperkaya ragam batik. Lomba kali ini sengaja menyasar pelajar SMA/SMK karena bertujuan juga untuk menjaring talent-talent pembatik muda, sehingga tercetak tenaga kerja profesional di bidang fashion batik.

Upaya regenerasi pembatik ini, dilakukan Banyuwangi tidak hanya melalui even-even tertentu. Di Banyuwangi kini ada SMK yang salah satu jurusannya adalah membatik. Lomba mencanting batik ini diikuti 80 pelajar tingkat SMA/SMK se-Banyuwangi, yang digelar di Taman Blambangan. Tidak hanya diikuti oleh pelajar putri, nampak belasan siswa juga terlihat asyik mencanting kain putih yang disediakan panitia. Seperti Handoko Putra, siswa kelas 2 SMAN 1 Giri ini terlihat lihai memainkan cantingnya. Meski laki-laki, dia tak kalah luwes menorehkan lilin di atas Motif Batik ‘Kopi Pecah’ yang menjadi tema Batik Festival tahun ini. Dia tertarik mengikuti lomba ini karena ingin membuktikan bahwa mencanting bukan pekerjaan yang hanya bisa dikerjakan perempuan. Laki-laki juga bisa asalkan ada kemauan.

Para pelajar ini terlihat berhati-hati menggoreskan canting, dan membentuk motif “Kopi Pecah” pada selembar kain putih. BBF tahun ini mengangkat motif Kopi Pecah, yang merupakan salah satu motif asli banyuwangi. Indah Nurjanah, peserta lainnya juga terlihat sangat menikmati lomba ini. Dia dengan lancar dan rapi menarik garis-garis dan pola di atas kainnya.

Source http://surabaya.tribunnews.com/ http://surabaya.tribunnews.com/2017/07/27/regenerasi-pembatik-lokal-melalui-banyuwangi-batik-festival?page=all http://surabaya.tribunnews.com/tag/batik
Comments
Loading...