Rayakan Hari Batik, 900 Murid di Sokaraja Ikut Acara Membatik

0 92

Rayakan Hari Batik, 900 Murid di Sokaraja Ikut Acara Membatik

Sekitar sembilan ratusan siswa bersama ratusan guru dan karyawan SMA Negeri Sokaraja Banyumas Jawa Tengah menggelar agenda puncak perayaan hari batik, dengan membatik bersama di sekolah. Kegiatan tersebut menjadi rangkaian puncak acara yang digelar sejak Rabu.

Dalam gelaran tersebut, siswa, guru serta karyawan memberikan warna pada motif batik yang sudah dicetak sebelumnya dalam lembaran bahan sepanjang 180 meter. Motif yang ditampilkan pun bermacam-macam dengan menonjolkan budaya masyarakat Banyumas. Guru Batik SMA Negeri Sokaraja, Heru Santoso mengatakan setidaknya ada enam motif yang dilakukan pewarnaan dalam ajang tersebut.

“Motifnya seperti mendoan, pisang setundun, kawung, pari foto dan ada manggaran. Semuanya memang khas lokalitas Banyumas. Beberapa motif tersebut, ada yang dibuat oleh siswa sendiri,” katanya saat ditemui.

Dia mengemukakan, rangkaian agenda tersebut dimulai dari pembuatan mural batik di sekolah tersebut kemudian lomba desain motif batik, dan pemilihan duta batik sekolah serta terakhir adalah pewarnaan batik massal. Dalam pewarnaan batik kali ini, jelas Heru, digunakan teknik colek dengan menggunakan kuas.

“Selama ini ada dua teknik yang digunakan dalam metode pewarnaan batik, yakni teknik celup dan colek. Kalau teknik celup, memang sudah lama ditemui di beberapa pembatik,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan penggunaan metode teknik colek selain memiliki kemudahan juga memungkinkan penggunaan beberapa warna. Hal tersebut yang kemudian membedakan teknik celup dengan teknik colek. “Kalau teknik colek, bisa dibuat dalam berbagai warna sesuai kehendak. Sedangkan untuk teknik celup, lazimnya hanya satu warna saja,” ujarnya.

Lebih jauh, dia mengemukakan konsep perayaan hari batik di SMA Negeri Sokaraja secara umum merupakan bentuk komitmen terhadap pengakuan batik sebagai warisan kebudayaan yang diakui UNESCO.

“Kami melakukannya dengan melestarikannya dalam dunia pendidikan. Saat ini, membatik sudah masuk dalam kurikulum pelajaran di SMA Sokaraja, dan diajarkan selama 90 menit dalam seminggu mulai dari kelas X sampai kelas XII,” ujarnya.

Sementara itu, siswa kelas XII SMA Sokaraja, Dyah Ayu Lestari mengatakan pelajaran membatik sudah mulai dipelajari sejak kelas X. Diakuinya, ada keunikan tersendiri dalam pelajarn membatik di sekolahnya. “Selama ini kita mempelajarinya mulai dari awal, seperti membatik menggunakan canting dan cap. Setelah itu pembuatan motif dan kemudian meningkat,” jelasnya.

Dyah mengaku tertarik dengan pembuatan batik menggunakan cap. Selain lebih mudah, pembuatan menggunakan cap lebih cepat dan banyak. Bahkan saat ini Dyah mengaku sudah membuat berbagai macam motif batik. “Walaupun kelihatannya klasik, tetapi bisa terlihat unik dan stylish. Karena saat ini ada pewarnaan batik yang menggunakan warna gradasi, sehingga tidak lagi terlihat tua, tetapi justru akan sangat modis,” ucapnya

Source https://www.merdeka.com https://www.merdeka.com/peristiwa/rayakan-hari-batik-900-murid-di-sokaraja-ikut-acara-membatik.html
Comments
Loading...