Ragam Hias yang Terdapat pada Batik Tionghoa

0 59

Ragam Hias yang Terdapat pada Batik Tionghoa

Batik Tionghoa adalah jenis batik yang dibuat oleh pengusaha Tionghoa yang kebanyakan hidup di kota pantai utara Jawa. Patra batiknya menampilkan ragam hias satwa mitos Tiongkok seperti naga, singa, burung phoenix atau hong, kura–kura, kilin, dewa dan dewi ataupun ragam hias keramik Tiongkok, serta ragam hiasberbentuk mega. Batik Tionghoa yang dipengaruhi patra batik Belanda yang mulai berkembang kurang lebih 10 tahun sebelum batik Tionghoa, juga menggunakan ragam hias bunga dan buket lengkap dengan kupu–kupu dan burung–burungnya. Ada pula patra batik Tionghoa yang menggunakan ragam hias batik Kraton dan warna soga.  Hingga saat ini yang dapat menyamai halusnya batik Belanda adalah batik Tionghoa, baik dalam teknik maupun patra.

Kehalusan batik Tionghoa dapat dikatakan menyamai batik Belanda, baik dalam teknik maupun pola. Pola-pola batik Tionghoa  lebih dimensional, suatu efek yang diperolah karena penggunaan perbedaan ketebalan dari satu warna dengan warna lain, isen pola yang rurnit, seperti cecek yang ditata dengan berbagai tata susun. Penampilan warna yang luar biasa ini ditunjang oleh penggunaan zat warna sintetis jauh sebelum orang-orang Indo-Belanda menggunakannya.

Batik seringkali menampilkan pola-pola dengan ragam hias satwa mitos Tiongkok, seperti:
– naga
– singa
– burung phoenix (burung Hong)
– kura-kura
– kilin (anjing berkepala singa)
– dewa-dewi
– ragam hias yang berasal dari keramik Tiongkokkuno dan
– ragam hias berbentuk mega dengan warna merah dan biru
– ragam hias buketan atau bunga-bungaan, ter-utama batik Tionghoa yang dipengaruhi pola batik Belanda dan menggunakan warna seperti batik Belanda. Adapun ragam hias yang terdapat pada batik Tionghoatersebut merupakan perlambang atau mempunyai makna khusus, seperti:

Kupu-kupu dan Bebek Mandarin, sering digunakan sebagai simbol cinta abadi. Kupu-kupu dianggap sebagai penjelmaan pasangan Romeo-Julietnya Tionghoa (Sampek-Engtay) maka yang menjadikan bebek mandarin sebagai simbol adalah karena unggas ini hanya memiliki satu pasangan hidup sepanjang hayatnya.

Naga,dipercaya sebagai makhluk penjelmaan dewa. Makhluk ini digambarkan sebagai makhluk supranatural yang baik dan bijak. Selain itu naga pun manjadi simbol laki-laki (Yang), yang melambangkan kesuburan, hujan, di musim semi, dan hujan secara umum. oleh karena itu Naga di timur disebut juga sebagai Qinglong atau naga biru.

Burung Hong, dalam catatan sejarah musim semi dan musim gugur yang ditulis pada abad ke-4 SM, digambarkan bahwa burung hong jantan adalah salah satu simbol negeri yang diperintah oleh raja yang bijaksana. Burung Hong merupakan pemimpin hewan-hewan berbulu, jika penggambarannya bersama dengan naga, maka burung hong merupakan simbol permaisuri yang mendampingi sang kaisar (naga).

Bunga Peony, merupakan lambang dari orang yang dicintai jika digabungkan dengan burung Hong).

Source http://batikdan.blogspot.com/ http://batikdan.blogspot.com/2015/04/motif-batik-khas-tiongkok.html
Comments
Loading...