Ragam hias (Motif hias) Batik Tanah Liek

0 138

Ragam hias (Motif hias) Batik Tanah Liek

Batik tanah liek (bahasa Indonesia: batik tanah liat, Bahasa Inggris: clay batik) adalah jenis kain batik yang berasal dari Minangkabau. Batik ini menggunakan tanah liat sebagai pewarna di samping kulit jengkol, kulit rambutan dan gambir.  Kain mula-mula direndam selama seminggu dengan tanah liat, kemudian dicuci dan diberi pewarnaan alamiah lain yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.  Warna dasar kain yang tidak biasa, teduh dan memancarkan aura elegan, menjadi daya tarik utama batik tanah liek (liat) khas Minangkabau. Warna dasar yang cenderung krem atau coklat muda itu diperoleh dari hasil perendaman kain di dalam larutan cairan tanah liat.

Beragam motif Minang dilukis dengan ketelitian tinggi yang tampak hidup dengan pewarna alami. Motif-motif tersebut biasanya diambil dari beragam jenis ukiran yang terdapat di rumah-rumah gadang. seperti siriah dalam carano, kaluak paku, kuciang tidua, lokcan, batuang kayu, tari piring, kipas, dll.

Setiap motifnya, mempunyai makna dan filosofi kehidupan orang Minangkabau. Seperti itik pulang patang, kaluak paku, kuciang lalok dan banyak lagi motif abstrak lainnya.  Ada juga motif yang menceritakan tradisi adat Minangkabau. Saat sekarang motif-motif baru juga diperkenalkan yang inspirasinya diambil dari kekayaan budaya alam Minangkabau, seperti motif tabuik (tabut), Jam Gadang dan Rumah Gadang.

Salah satu koleksi Batik Tanah Liek Citra Monalisa. Motif kain ini beraneka rupa, mulai dari berbagai jenis daun, kelinci, jam gadang, dan binatang bersayap seperti capung berbadan langsing panjang, dengan warna tanah liat. Motif-motif khas lainnya adalah sirih dalam carano, tumbuhan merambat, pucuk rebung, keluk daun pakis, kucing tidur, lokcan, batang kayu, tari piring, kipas, dan motif-motif Cina.

Saat sekarang ada tiga sentra pembuatan batik tanah liat di Propinsi Sumatera Barat, yakni di Kab. Dharmasraya, Kab. Pesisir Selatan, dan di Kota Padang. Masing-masing sentra ini menampilkan corak tersendiri berdasarkan lingkungan masing-masing, bahkan di Dharmasraya mereka mengembangkan motif baru, bunga sawit.

Source http://nasbahrygallery1.blogspot.com/ http://nasbahrygallery1.blogspot.com/2013/07/batik-tanah-liek-batik-tanah-liat.html
Comments
Loading...