Ragam Hias Batik Tiongkok

0 463

Ragam Hias Batik Tiongkok

Ada hal yang mendorong munculnya batik-batik dengan ragam hias yang berasal dari budaya Tionghoa adalah cara berpakaian para penduduk di kota-kota pelabuhan yang menggunakan batik diikuti oleh orang-orang Tionghoa, untuk wanita menggunakan sarting atau kain batik, sedangkan untuk pria menggunakan celana dari bahan batik. Kehalusan pada batik Tionghoa bisa dikatakan menyamai batik Belanda, baik dalam teknik maupun pola. Pola-pola pada batik Tionghoa  lebih dimensional, suatu efek yang diperolah karena penggunaan perbedaan ketebalan dari satu warna dengan warna lain, isen pola yang rumit, seperti cecek yang ditata dengan berbagai tata susun. Penampilan warna yang luar biasa ini ditunjang oleh penggunaan zat warna sintetis jauh sebelum orang-orang Indo-Belanda menggunakannya.

Batik seringkali menampilkan pola-pola dengan ragam hias satwa mitos Tiongkok, seperti :

  • Naga
  • Singa
  • Burung phoenix (Burung Hong)
  • Kura-kura
  • Kilin (Anjing berkepala singa)
  • Dewa-dewi
  • Ragam hias yang berasal dari keramik Tiongkok kuno
  • Ragam hias berbentuk mega dengan warna merah dan biru
  • Ragam hias buketan atau bunga-bungaan, terutama batik Tionghoa yang dipengaruhi pola batik Belanda dan menggunakan warna seperti batik Belanda.

Ragam hias yang terdapat pada batik Tionghoa tersebut merupakan perlambang atau mempunyai makna khusus, seperti:

Kupu-kupu dan Bebek Mandarin, digunakan sebagai simbol cinta abadi. Kupu-kupu dianggap sebagai penjelmaan pasangan Romeo-Julietnya Tionghoa (Sampek-Engtay) maka yang menjadikan bebek mandarin sebagai simbol adalah karena unggas ini hanya memiliki satu pasangan hidup sepanjang hayatnya.

Naga, menurut kepercayaan orang Cina dipercaya sebagai makhluk penjelmaan dewa. Makhluk ini digambarkan sebagai makhluk supranatural yang baik dan bijak. Selain itu naga pun manjadi simbol laki-laki yang melambangkan kesuburan, hujan, di musim semi, dan hujan secara umum. oleh karena itu Naga di timur disebut juga sebagai Qinglong atau naga biru.

Burung Hong, dalam catatan sejarah musim semi dan musim gugur yang ditulis pada abad ke-4 SM, digambarkan bahwa burung hong jantan adalah salah satu simbol negeri yang diperintah oleh raja yang bijaksana. Burung Hong merupakan pemimpin hewan-hewan berbulu, jika penggambarannya bersama dengan naga, maka burung hong merupakan simbol permaisuri yang mendampingi sang kaisar (naga).

Bunga Peony, merupakan lambang dari orang yang dicintai jika digabungkan dengan burung Hong

Source Ragam Hias Batik Tiongkok Batik
Comments
Loading...