Ragam Hias Batik Nyah Pratin

0 43

Ragam Hias Batik Nyah Pratin

Perkembangan pada Batik Rifa’iyah dipengaruhi oleh budaya pesisir. Disebut pula sebagai Batik “Tiga Negeri” karena Batik Rifa’iyah basik teknisnya berasal dari Solo dan Jogja, namun bentuk serta warna Pekalongan begitu kental. Batik Rifa’iyah menjadi sebuah lambang status sosial dan di pakai masyarakat Rifa’iyah berdasarkan pertimbangan nilai moral dan kesopanan. Sehingga batik menjadi pengenal masyarakat Rifa’iyah, selain itu lewat jarik atau sarung dapat mempererat tali persaudaraan, sekalipun berbeda daerah dan tidak saling kenal. Ragam hias yang terdapat dalam Batik Rifa’iyah yaitu komposisi warnanya terdiri dari minimal 3 warna, corak binatang tidak menggambarkan binatang secara utuh untuk menghindari gambar-gambar mahluk hidup, bertujuan menghindarkan syirik bagi pembuat atau pemakainya. Ragam hias yang terdapat dalam Batik Tiga Ngeri Rifaiyah adalah Ragam Hias Batik Nyah Pratin.

Ragam hias Batik Nyah Pratin menurut Soekma Yeni Astuti (2006) yaitu :

  • Motif Batik Nyah Pratin sekilas bentuknya menyerupai bentuk motif sido mukti dan sido luhur yang biasa digunakan oleh pasangan pengantin di Jawa Tengah, khususnya di daerah Solo dan Yogyakarta. Motif Sido Mukti memiliki arti yaitu mengharapkan kehidupan kelak bahagia sejahtera lahir dan batin. Makna motif yang terkandung adalah harapan akan kehidupan yang lebih baik dimasa mendatang.
  • Penggunaan Motif Nyah Pratin di Kalipucang Wetan adalah menjadi pakaian dalam kehidupan sehari-hari. Dengan keprihatinan tersebut diyakini suatu saat dimasa yang akan datang akan menemukan sebuah kebahagiaan dan kesejahteraan hidup.
  • Motif batik ini termasuk kelompok ragam hias geometrik dan tergolong motif ceplok dengan tanahan putih dan kebanyakan motif mempunyai pasung di pinggiran motifnya.
  • Ragam hias yang terdapat pada motif batik ini adalah kembang pari, kembang semanggi, tanaman genjer, ula-ula dan urang.
  • Sebagian masyarakat Rifa’iyah memberikan nama Motif Nyah Pratin dengan motif ondo lugrak, hal ini terkait dengan bentuk motif tangga. Bentuk kotak-kotak tersebut dikatakan ndimah adalah bentuk ondo lugrak (tangga rusak), atau kota gambir.
Source https://sanggarbatikkalipucangwetan.wordpress.com/ https://sanggarbatikkalipucangwetan.wordpress.com/2013/08/25/ragam-hias-batik-tiga-negeri-rifaiyah-part-2/ http://pasarbatikpkl.blogspot.co.id/2013/04/contoh-motif-batik-tiga-negeri.html
Comments
Loading...