Ragam Hias Batik Materos Satrio

0 184

Ragam Hias Batik Materos Satrio

Sarung atau jarik bermotif Batik Rifa’iyah, selalu dijadikan pelengkap seserahan perkawinan, selain digunakan juga pada pengantin saat acara midodareni. Batik yang digunakan biasanya bermotif materos satro. Alasan pemilihan motif tersebut karena terlihat lebih luwes dan halus, sehingga pemakainya tampak lebih elegan.

Motif Batik Rifa’iyah tidak ada bedanya dengan batik pesisir terutama batik yang berasal dari Kota Pekalongan. Beberapa motif, pola dan warna juga diketahui mirip dengan batik Pekalongan yang banyak terpengaruh oleh kebudayaan asing seperti Cina, Belanda dan Arab. Pembatik sangat jarang menggambarkan bentuk-bentuk makhluk hidup. Pelukisan makhluk hidup mengalami pendistorsian, misalnya burung kakinya berubah menjadi cabang atau ranting pohon. Salah satu ragam hias Batik Tiga Negeri Rifa’iyah adalah Ragam Hias Batik Materos Satrio.

Ragam hias batik Materos Satrio menurut Soekma Yeni Astuti (2006) yaitu :

  • Materos adalah nama motif-motif ukel kecil-kecil yang dibuat dengan telaten dan luwes.
  • Menurut Ali Nahri, Motif Materos adalah penggambaran tanaman merambat kecil-kecil yang tersusun rapi dan saling terkait seperti gambaran kehidupan yang mengandung arti peseduluran atau jalinan persaudaraan yang tak pernah putus.Bisa juga diartikan harapan kehidupan yang makmur ditengah kekerabatan yang terjalin dan tak pernah putus.
  • Dahulu Ragam hias ini di Kalipucang biasanya dipakai sebagai hantaran pengantin.
Source https://sanggarbatikkalipucangwetan.wordpress.com/ https://sanggarbatikkalipucangwetan.wordpress.com/2013/08/25/ragam-hias-batik-tiga-negeri-rifaiyah-part-2/ http://www.muslimdaily.net/artikel/special-feature/mengenal-batik-rifaiyah-batik-syariah-dari-batang.html
Comments
Loading...