Ragam Hias Batik Lancur

0 150

Ragam Hias Batik Lancur

Dalam budaya Agama Islam, motif-motif yang berhubungan dengan benda bernyawa tidak boleh digambarkan sama persis aslinya. Oleh karena itu, corak dalam Batik Rifa’iyah yang berupa motif hewan terlihat kepalanya terpotong. Dalam ajaran Islam, semua wujud binatang sembelihan yang dihalalkan harus dipotong kepalanya. Biasanya warga keturunan Arab memproduksi batik ini.

Batik Rifa’iyah awalnya dibuat untuk memenuhi kebutuhan sandang, namun dalam perkembangannya malah bisa membantu peningkatan perekonomian rumah tangga. Membatik oleh komunitas ini merupakan pekerjaan yang dilakoni sejak kecil. Pada zaman dahulu membatik dilakukan oleh para wanita ketika mulai beranjak dewasa atau menunggu dilamar. Untuk mempersiapkan hari pernikahan, para wanita dipastikan akan membuat batik paling bagus dari sekian batikan yang telah dihasilkan. Hasil batikan tersebut akan dikenakan berbarengan dengan mempelai laki-laki saat acara pernikahan.

Ciri khusus ragam hias dalam Batik Rifa’iyah yaitu komposisi warnanya terdiri dari minimal 3 warna, corak binatang tidak menggambarkan binatang secara utuh untuk menghindari gambar-gambar mahluk hidup. Salah satu ragam hias Batik Rifa’iyah adalah Batik Lancur.

Ragam hias Batik Lancur menurut Soekma Yeni Astuti (2006), dinamakan Lancur karena banyak gambar daun pandan panjang dan sedikit melengkung dengan luwes, menyerupai bulu pada ekor ayam jantan yang panjang, yang biasa disebut Lancur ayam jago, digambarkan saling terkait satu dengan yang lainnya. Dengan harapan pemakai batik ini akan panjang jodohnya, panjang umurnya dan barakah.Dahulu digunakan sebagai hantaran pengantin.

Source https://sanggarbatikkalipucangwetan.wordpress.com/ https://sanggarbatikkalipucangwetan.wordpress.com/2013/08/25/ragam-hias-batik-tiga-negeri-rifaiyah-part-3/ https://fitinline.com/article/read/batik-rifaiyah/
Comments
Loading...