Ragam Hias Batik Kota Kitir

0 173

Ragam Hias Batik Kota Kitir

Batik Rifaiyah memiliki beberapa pakem atau aturan dalam proses pembuatannya. Yang utama adalah corak batiknya tidak boleh menggambarkan binatang dan mahluk hidup. Corak ini biasanya disamarkan atau dipadu dengan corak tumbuhan, daun, atau bunga. Cara pemakaiannya juga disarankan dengan dililit tradisional tanpa peniti dan tanpa digunting.

Batik Rifa’iyah tergambar pada 2 sisi kainnya. Orang awam biasa menyebutnya “bolak balik”. Hanya boleh 2 warna, biasa disebut bangbiron atau abang artinya merah dan biru. Maksimal 3 warna atau biasa disebut Batik Tiga Negeri. Batiknya tidak jiplak. Langsung pakai tangan. Makanya harus telaten, tidak boleh ada yang terlewatkan. Batik Rifaiyah secara turun temurun memiliki 24 pakem corak batik. Sekarang sudah mulai berkembang sampai 30-an corak. Salah satunya adalah Batik Kota Kitir.

 

Ragam hias Batik Kota Kitir menurut Soekma Yeni Astuti (2006) yaitu :

  • Motif Kota Kitir ini bermotif geometrik, bentuk kotak atau persegi empat dengan ukuran yang sama, distilasi menjadi seperti bentuk kincir, menjadi tanahan dari batik Kota Kitir yang sekaligus menjadi nama motif dari batik ini.
  • Diantara kincir tersebut diberi ornamen stilasi hewan dan tumbuhan.
  • Motif stilasi dan daun serta distorsi bentuk burung sangat jelas menumpuk background
  • Bentuk background yang tersusun secara geometrik terlihat kontras dengan motif stilasi bunga dan burung.
  • Pergantiannya terdapat pada warnanya yang sulit dibedakan dengan warna background yang terkesan mendominasi permukaan kain.
Source https://sanggarbatikkalipucangwetan.wordpress.com/ https://sanggarbatikkalipucangwetan.wordpress.com/2013/08/25/ragam-hias-batik-tga-negeri-rifaiyah-part-1/ http://www.mbatang.com/2016/11/asal-usul-batik-rifaiyah-kalipucang.html
Comments
Loading...