Ragam Corak Motif Batik di Desa Selowogo Situbondo

0 570

Pengrajin batik di Desa Selowogo memproduksi batik yang tergolong batik pesisiran. Motif batik pesisiran pada umumnya memiliki karakter motif hias yang lebih bersifat naturalis dan lebih kaya akan motif hias, serta kaya akan ragam pewarnaan. Demikian pula motif batik Situbondo yang ada di Desa Selowogo. Pengrajin memakai objek kerang sebagai motif utama. Motif kerang ini diberi latar warna gading (jingga atau warna mangga yang hampir masak), biru tua, hijau tua, cokelat tanah, hingga ungu. Ada beberapa ragam corak motif batik yang tercipta di Desa Selowogo antara lain :

  1. Motif Tale Percing dalam bahasa yang dimaksud adalah hiasan korden yang dibuat menggunakan kerangkerangan yang diikat menggunakan benang. Masyarakat sekitar menyebutnya dengan nama tale percing. Motif ini di kelompokkan  dalam  motif fauna (hewan). Degan motif utama berupa stilasi kerangkerangan dan motif pendukung stilasi bunga. Motif ini mengunakan isen titik yang terdapat dalam motif pendukung namun motif ini memiliki banyak ruang kosong karena tidak banyak menggunakan isen untuk menutup bidang-bidang kosong. Motif tale percing dibuat agar masyarakat Situbondo agar lebih memiliki sikap saling menghargai satu sama lain dan memiliki sikap toleransi dalam bermasyarakat.
  1. Motif Kerang Gempel dalam bahasa Madura adalah kerang pecah. Motif ini termasuk corak nongeometris yang merupakan pola dengan  susunan tidak terukur. Motif ini memiliki motif utama kerang besar yang digambar retak (tak sempurna) dan  kerang kecil tiga buah serta bunga. Motif ini mengandung makna dan filosofi bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna. Seperti kata pepatah tak ada gading yang tak retak, yang artinya tidak satupun di dunia ini yang sempurna, tentunya kecuali Tuhan yang maha sempurna. Memang demikian setiap orang pasti pernah berbuat salah tanpa terkecuali.
  2. Motif Lerkeleran dalam bahasa Madura adalah berjalan dengan tertib. Motif ini termasuk corak non geometris yang merupakan pola dengan  susunan tidak terukur dan tergolong dalam kelompok corak fauna (hewan). Motif ini memiliki makna pesan moral budaya tertib. Karena dalam kehidupan sehari-hari masusia tidak lepas dari kata tertib,  karena hal ini merupakan suatu dasar agar suatu manusia mendapatkan kesuksesan dalam hidup ataupun karir. Motif Lerkeleran ini bertujuan agar masyarakat Situbondo miliki kebudayaan antri dan lebih disiplin dalam kehidupan sehari-hari.
  1. Motif Kerang Bertopeng hampir sama dengan motif lain yang tergolong corak fauna (hewan) dan tergolong corak non geometris.  Motif  ini terdapat motif utama berupa hasil dari stilasi dari kerang – kerangan dan memilki motif pendukung berupa stilasi bunga dengan isen titik-titik. Mengandung makna dan filosofi kejujuran. Dalam kehidupan, kejujuran merupakan sikap positif manusia. Kejujuran adalah pangkal dari kebaikan, jadi apabila kita selalu berkata jujur maka kebaikan akan hadir dalam kehidupan kita. Sikap inilah yang ingin dituangkan dalam sebuah motif kerang bertopeng ini. Agar makna dari motif ini dapat menginspirasi masyarakat Situbondo untuk mengambil  makna positif dalam motif ini.
  2. Motif Malate Sato‟or dalam bahasa madura adalah seikat melati. Motif ini memiliki motif utama yaitu stilasi bunga melati  yang tergolong corak flora (tumbuhan). Dalam filosofinya bunga melati adalah lambang kesucian atau kebaikan. Bunga melati mengajarkan bahwasanya manusia janganlah besifat sombong dan angkuh. Bahwasanya bunga melati tidak perlu mengatakan bagaimana wangi dirinya karena semua orang akan mengetahui wangi dari bunga melati dengan sendirinya.
  3. Motif Baluran Menunggu merupakan motif yang sangat sulit dalam proses pengerjaannya karena memiliki motif yang cukup rumit. Motif Baluran menunggu ini memiliki motif utama yang tergolong corak fauna yaitu hewan khas yang ada di hutan Baluran yang berada di Kabupaten Situbondo, yaitu banteng, burung merak dan rusa. Pada motif ini juga terdapat motif pendukung yaitu motif hasil stilasi dari bunga, daundaun dan rumput.
  4. Motif Sonar Bulen dalam bahasa Madura adalah cahaya bulan. Motif ini memiliki motif utama yaitu stilasi dari bulan sabit di atas lautan. Serta terdapat isen berupa titik-titik dan garis bergelombang tak beraturan. Motif ini bermakna bahwa keindahan dan kecantikan harus juga di ikuti dengan perilaku yang baik dan memberikan hal yang positif bagi makhluk sekitarnya.
  5. Motif Sonar Are Sonarare dalam bahasa Madura adalah cahaya matahari. Motif ini hampir mirip dengan motif sonar bulen. Motif ini memiliki motif utama yaitu stilasi dari matahari, daun dan laut. Motif ini bermakna agar kita mau seperti matahari, membantu sesama tanpa rasa pamrih. Dan lebih ikhlas dalam menjalani kehidupan.
  6. Motif Jaring Samudra hampir sama dengan motif batik Situbondo kebanyakan yaitu motif utama stilasi dari kerang dan dua daun.  Serta memiliki isen berupa garis dan titik.  Motif jaring jaring samudra memiliki makna dan filosofi sebagai penghargaan untuk masyarakat Kabupaten Situbondo yang berprofesi sebagai nelayan. Selain itu motif ini mengandung makna kemakmuran.
  7. Motif Gelang Bahari hampir sama dengan jaring samudra. Yang membedakan motif ini hanya motif utama dan warna. Motif ini adalah hasil stilasi dari kerang, daun, dan bunga dengan isen titiktitik dan garis. Motif ini memiliki makna yaitu dengan bersamasama hal apapun akan menjadi mudah, dan dalam hehidupan hendaknya kita manusia harus saling tolong menolong terhadap sesama.
Source Ragam Corak Motif Batik di Desa Selowogo Situbondo Batik Situbondo
Comments
Loading...