Ragam Canting

0 146

Ragam Canting

Canting adalah alat yang dipakai untuk memindahkan atau mengambil cairan yang khas digunakan untuk membuat batik tulis, kerajinan khas Indonesia. Canting tradisional untuk membatik adalah alat kecil yang terbuat dari tembaga dan bambu sebagai pegangannya.

Jenis dasar canting

  1. Canting klowong,  ukuran mata besar untuk nembok / bloking
  2. Canting klowong, ukuran mata sedang untuk membuat garis
  3. Canting isen isen, ukuran mata lebih kecil dari klowong untuk membuat titik titik
  4. Canting cecek, ukuran mata paling kecil untuk membuat detail yang kecil
  5. Canting lubang 2, canting yang memiliki 2 mata (cucuk 2)

Sebagai alat untuk melukis batik, canting batik dibedakan menjadi beberapa macam, canting batik menurut fungsinya, canting menurut besar kecilnya cucuk, dan canting batik menurut banyaknya cucuk atau carat.

Canting Berdasarkan Fungsinya

1. Canting Reng
Canting Reng adalah pola pertama yang dibuat dalam pengerjaan batik. Reng rengan juga dapat diartikan sebagai kerangka utama. Orang yang membuat reng disebut ngerengreng. Biasanya canting reng digunakan untuk membuat pola awal. Batikan awal hasil mencontoh pola desebut polan. Canting reng bercucuk tunggal.

2. Canting Isen
Canting Isen adalah canting yang digunakan untuk mengisi bidang batik, maupun mengisi pola utama (polan). Canting isen biasanya bercucuk kecil baik tunggal maupun rangkap.

3. Canting Blok
Canting Blok adalah canting yang biasanya digunakan untuk ngeblok atau nembok. Biasanya memiliki diameter cucuk yang lebar sehingga malam yang keluar banyak dan dapat mempercepat proses pengeblokan malam.

Canting Menurut Ukuran Cucuk

1. Canting Cucuk Besar
Canting Cucuk Besar memiliki diameter cucuk ujung yang besar sekitar 0.8-1 mm. Canting ini biasanya digunakan untuk ngeblok.

2. Canting Cucuk Sedang
Canting Cucuk Sedang memiliki diameter cucuk ujung yang besarnya sekitar 0.5-0.7 mm. Canting ini biasanya digunakan untuk molani maupun isen.

3. Canting Cucuk Kecil
Canting Cucuk Kecil memiliki diameter cucuk ujung yang besarnya sekitar 0.4-0.2 mm. Canting ini biasanya digunakan untuk isen karena bentuknya yang kecil. Namun terkadang canting cucuk kecil juga digunakan untuk membuat pola pada jenis batik yang memiliki tingkat kerumitan yang tinggi.

Canting Menurut Banyaknya Cucuk

1. Canting Cecekan
Canting Cecekan bercucuk satu, biasanya memiliki ujung cucuk yang kecil. Canting ini digunakan untuk membuat cecek (titik). Selain untuk membuat cecek, canting ini juga digunakan untuk membuat garis-garis yang kecil.

2. Canting Loron
Canting Loron berasal dari bahasa jawa loro yang artinya dua. Canting ini memiliki mata cucuk dua yang bentuknya berjajar atas dan bawah. Canting ini digunakan untuk membuat garis rangkap. Di beberapa daerah, canting loron digunakan untuk membuat pinggiran (pola di ujung kain)

3. Canting Telon
Canting telon berasal dari bahasa jawa telu yang artinya tiga. Canting ini memiliki susunan bentuk mata cucuk segitiga sama sisi. Canting ini biasanya digunakan untuk membuat isen.

4. Canting Prapatan
Prapat berasal dari bahasa jawa. Canting ini memiliki empat mata cucuk yang membentuk bujursangkar. Canting ini biasanya digunakan sebagai isen.

5. Canting Liman
Canting Liman untuk lima, canting ini bercucuk lima. Canting ini memiliki bentung bujur sangkar dengan satu titik di tengah. Biasa digunakan sebagai isen juga.

6. Canting Byok
Canting byok adalah canting yang memiliki ujung cucuk berjumlah tujuh atau lebih dari tujuh. Biasanya mempunyai bentuk lingkaran kecil yang terdiri dari titik-titik. Canting byok biasanya memiliki jumlah cucuk yang ganjil.

7. Canting Galaran / Canting Renteng
Canting Galaran berasal dari kata galar yang artinya tempat tidur dari bambu yang bentuknya membujur. Canting galaran biasanya memiliki ujung cucuk berjumlah genap, membujur dari atas ke bawah. Canting galaran biasa disebut dengan nama canting renteng.

Source Ragam Canting Batik
Comments
Loading...