Putri Komar: Diremehkan Lalu Sukses Kawinkan Batik dengan Shibori

0 148

Putri Komar: Diremehkan Lalu Sukses Kawinkan Batik dengan Shibori

Namanya Putri Urfanny Nadhiroh. Kerap dipanggil Putri Komar (diambil dari nama ayahnya, Komarudin Kudiya, pemilik Rumah Batik Komar di Bandung). Putri adalah batik. Lahir dari keluarga pebatik, tinggal di lingkungan industri batik (bahkan, Batik Komar bisa dibilang industri batik terbesar di Bandung), dan kuliah di jurusan Kria yang salah satu mata kuliah wajibnya adalah batik.

Sejak kecil, ia sudah menikmati suasana para pebatik bekerja di garasi rumahnya (yang semula hanya tiga orang pegawai hingga kini mencapai ratusan orang). Meski mengikuti proses membatik dari kecil, Putri baru mulai serius menyelami dunia batik saat beranjak SMA. Saat itu ia mengikuti berbagai lomba desain batik. Sebagai anak yang dilahirkan seorang pengusaha batik, Putrit kerap disalahpahami. Maksudnya, banyak orang salah sangka menerka motivasi dan pilihan untuk terjun ke dunia batik.

Kecintaannya terhadap batik pun sering diremehkan orang lain. Ia mengatakan, tak sedikit orang yang memandangnya sebagai bayang-bayang kedua orang tuanya (terutama ayahnya) dan meragukan kemampuannya sebagai seorang pebatik. Dari situlah ia mulai terpacu untuk bisa membuat suatu gebrakan yang menjadi garis pembeda antara batik karyanya dengan sang ayah. Putri bertekad membuktikan bahwa eksistensinya bukan hanya karena sang ayah, tapi karena kemampuannya sendiri.

Shibori adalah teknik menghias kain yang populer di Jepang. Kain yang diikat, dijahit, atau dilipat sesuai pola tertentu, dicelupkan ke zat pewarna seperti proses celup dalam membatik. Sementara Shibotik ialah line dari Rumah Batik Komar yang, tentu saja, menggabungkan batik dengan teknik pewarnaan shibori tersebut.

Ide awal mengawinkan shibori (teknik merintang warna dengan melipat, mengikat, atau melilit kain sebelum dicelupkan ke pewarna untuk membentuk pola tertentu) dengan batik sebenarnya lahir dari kebosanan Putri akan batik. Di tengah kebosanan itu, Putri sempat berhenti membuat batik dan banting setir mempelajari teknik shibori. Saat mengikuti lomba Nissan March Invention, Putri mulai mengawinkan shibori dengan batik menjadi sebuah desain cantik yang mengantarkannya meraih juara dua. Gelar juara membuatnya lebih percaya diri untuk mendalami perkawinan dua teknik tersebut. Putri mulai membuat berbagai macam eksperimen, dan berniat membuat brand sendiri, lepas dari bayang-bayang Batik Komar.

Source https://kumparan.com https://kumparan.com/ochi-amanaturrosyidah/putri-komar-diremehkan-lalu-sukses-kawinkan-batik-dengan-shibori
Comments
Loading...