Proses Pembuatan Batik Wonogiri

0 174

Proses Pembuatan Batik Wonogiri

Proses pembuatan Batik Wonogiren dimulai dari pemilihan kain berbahan kapas, kain katun, serat nanas, kain paris, dan bisa juga dengan kain sutera. Selanjutnya kain ini akan dipersiapkan untuk pembuatan batik sesuai dengan teknik pembuatan. Ada tiga teknik pembuatan Batik Wonogiren yaitu, batik tulis, batik cap, dan batik cap kombinasi.

Berikut langkah pembuatan batik dengan menggunakan teknik batik tulis :

1) Tahap pertama adalah pencucian kain mori untuk menghilangkan kanji, dilanjutkan dengan pengloyoran (memasukkan kain ke minyak jarak/minyak kacang dalam abu merang atau londo agar kain menjadi lemas), dan daya serap terhadap zat warna lebih tinggi. Agar susunan benang tetap baik,  kain dikanji  kemudian dijemur, selanjutnya dilakukan pengeplongan (kain mori dipalu untuk menghaluskan lapisan kain agar mudah dibatik).

2) Langkah kedua membuat pola di atas kain dengan cara meniru pola yang sudah ada (ngeblat). Contoh pola  biasanya dibuat di  atas kertas dan kemudian dijiplak sesuai pola di atas kain. Proses ini bisa  dilakukan dengan membuat pola  di atas  kain langsung dengan canthing maupun dengan menggunakan pensil.  Agar proses pewarnaan  bisa  berhasil dengan bagus atau tidak pecah, perlu mengulang batikan di kain sebaliknya. Proses ini disebut gagangi.

3) Langkah ketiga menorehkan malam batik ke kain mori yang dimulai dengan nglowong (menggambar garis luar pola dan isen-isen). Di dalam proses isen-isen terdapat istilah nyecek yaitu membuat isian di dalam pola yang sudah dibuat, misalnya titik-titik. Ada pula istilah nruntum yang hampir sama dengan isen-isen namun lebih rumit. Lalu dilanjutkan dengan nembok (mengeblok bagian pola yang tidak  akan diwarnai atau akan diwarnai dengan warna yang lain).

4) Medel adalah pencelupan  kain yang sudah dibatik ke cairan warna secara berulang kali hingga mendapatkan warna yang dikehendaki.

5) Ngerok dan nggirah adalah malam pada kain mori dikerok dengan lempengan logam dan dibilas dengan air bersih, kemudian diangin-anginkan hingga kering.

6) Mbironi adalah menutup warna biru dengan isen pola berupa cecek atau titik dengan malam.

7) Nyoga adalah pencelupan kain untuk memberi warna coklat pada bagian-bagian yang tidak ditutup malam.

8) Nglorot adalah melepaskan malam dengan memasukkan kain ke dalam air mendidih yang sudah dicampuri bahan untuk mempermudah lepasnya lilin. Kemudian dibilas dengan air bersih dan diangin-anginkan.

Source Proses Pembuatan Batik Wonogiri Batik
Comments
Loading...