Proses Pembuatan Batik Situbondo

0 335

Melihat keunikan motif batik Situbondo yang belum didapati di daerah lain, maka batik ini sangat menarik untuk diteliti. Selain untuk menginventaris kekayaan motif batik pesisiran di daerah Jawa Timur, penelitian ini juga akan mengungkapkan betapa kayanya alam budaya Indonesia. Berikut proses pembuatan batik Situbondo :

  1. Pengetelan adalah proses untuk menghilangkan kanji pada kain yang berasal dari pabrik. Proses ini dilakukan dengan cara perendaman kain dengan menggunakan soda ash dan air secukupnya.
  2. Mendesain motif pada kain adalah membuat membuat motif di atas kain menggunakan pensil untuk mempermudah proses pencantingan.
  3. Pencantingan pada kain dilakukan perajin batik Situbondo di Desa Selowogo Kecamatan Bungatan Kabupaten Situbondo sering disebut “Ngrengreng”. Yang pertama dilakukan adalah “Nglowong” yaitu membuat out line garis paling tepi pada pola. Canting yang digunakan adalah canting berukuran medium dan hanya menggunakan satu jenis canting saja. Setelah melakukan pencantingan klowong maka selanjutnya adalah memberi isen – isen pada pola yang sudah di klowong. Memberi isen – isen adalah memberi isian pada pola yang berupa titiktitik, garis, lingkaran ataupun dengan bentuk-bentuk lain. Isen – isen ini dimaksudkan agar pola kelihatan luwes tidak kosong atau polos. Dan yang terakhir adalah Nembok adalah proses menutupi bagianbagian yang tidak boleh terkena warna dasar. Nembok juga dilakukan pada sisi muka maupun belakang agar warna tidak mudah tembus ke warna dasar.
  4. Pewarnaan batik Situbondo di desa Selowogo kecamatan Bungatan kabupaten Situbondo jika diamatai sangatlah sederhana. Perajin batik menggunakan pewarna remazol atau Naphtol. Proses pewarnaan dengan teknik coletan adalah proses pewarnaan dengan menggunakan lebih dari satu warna menggunakan kuas dalam proses pewarnaannya. Kuas  yang digunakan oleh pengrajin batik Situbondo di Desa Selowogo adalah kuas dengan ukuran 14, 12, 6, dan 3. Kuas yang berukuran besar digunakan untuk mewarnai bidang yang besar sedangkan kuas yang berukuran kecil digunakan untuk mewarnai bidang kecil atau bidang detail.
  5. Proses Pelorodan malam adalah proses terakhir dalam pembuatan batik adalah proses menghilangkan lilin atau malam. Menghilangkan malam secara keseluruhan ini dengan cara kain dimasukkan ke dalam air panas. Agar warna batik tidak mudah luntur biasanya kain batik yang sudah diwarna dicuci terlebih dahulu menggunakan water glass. Untuk mempermudah pelepasan malam, sebelum dimasukkan kedalam kedalam air panas dicuci atau dibasahi dahulu dengan air larutan kanji. Di dalam air panas kain batik sambil diangkat-angkat untuk mempercepat pelepasan malam dari kain. Kain setelah dilorod dicuci dengan air bersih sambil digosok dengan tangan untuk menghilangkan sisa malam yang masih menempel. Kain yang sudah bersih setelah proses pelorodan dijemur ditempat yang teduh, yang tidak terkena matahari secara langsung  agar kain batik warnanya tidak mudah menjadi kusam.
Source Proses Pembuatan Batik Situbondo Batik Situbondo
Comments
Loading...