Proses Pembuatan Batik Sasirangan

0 2.006

Proses Pembuatan

Kain sasirangan merupakan kerajinan khas Kalimantan Selatan yang banyak dimanfaatkan sebagai ikat kepala, sabuk untuk kaum lelaki, serta sebagai selendang, kerudung, dan juga kemben bagi kaum wanita meski mulanya hanya diperuntukkan sebagai sarana pelengkap dalam terapi pengobatan oleh para tetua masyarakat setempat. Dalam pembuatannya, para pengrajin kain sasirangan menerapkan proses pewarnaan dengan perintang yaitu dijahit menggunakan benang atau tali rafia sesuai corak yang dikehendaki. Selain diperoleh dari jahitan atau kombinasi ikatan, motif dan corak kain sasirangan juga sangat dipengaruhi oleh komposisi warna yang diciptakan. Berikut kami bagikan proses lengkap pembuatan kain sasirangan:

Menyiapkan Kain Putih

Langkah pertama mempersiapkan bahan kain putih polos sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Pada awal kemunculannya bahan baku yang digunakan untuk membuat kain sasirangan yaitu berupa serat kapas (cotton), namun sekarang lebih banyak memanfaatkan material lain seperti santung, balacu, kaci, king, satin, polyester, rayon, dan sutera. 

Pembuatan Pola Desain Pada Media Kain

Setelah itu dilanjutkan dengan pembuatan pola gambar tradisional sesuai dengan motif yang dikehendaki. Pola-pola inilah yang kemudian dijadikan patokan dalam menjahit kain tersebut.

Menjahit Jelujur

Selanjutnya pola-pola tersebut dijahit jelujur menggunakan benang atau bahan perintang lainnya dengan jarak satu sampai dua mili meter atau dua sampai tiga mili meter. Benang-benang yang terdapat pada setiap jahitan-jahitan pola tersebut ditarik sampai membentuk kerutan-kerutan.

Membersihan Kain

Bila kain yang digunakan mengandung kanji maka harus dibersihkan terlebih dahulu dengan cara merendamnya dalam air dingin yang telah dicampur dengan kaporit selama satu malam.

Pewarnaan Kain

Terdapat tiga cara pewarnaan kain sasirangan, diantaranya pencelupan, pencoletan, serta kombinasi keduanya (pencelupan dan pencoletan).
a. Teknik pencelupan digunakan untuk memperoleh satu warna saja, yaitu dengan cara mencelupkan kain ke dalam larutan zat pewarna, kecuali pada bagian kain yang dijelujur. Bagian yang dijelujur akan tetap berwarna putih.
b. Pewarnaan dengan cara dicolet biasanya dilakukan apabila motif yang dibuat memerlukan lebih dari satu warna.
c. Pada teknik pencelupan dan pencoletan, untuk memperoleh warna dasar yang bagus kain dicelup terlebih dahulu kemudian dicolet dengan variasi warna sebagaimana telah direncanakan.

Melepas Jahitan Jelujur

Benang-benang jahitan atau ikatan pada kain yang digunakan untuk menjelujur tersebut kemudian dilepaskan seluruhnya, apabila kain dirasa sudah agak kering. Sehingga akan terlihat motif-motif bekas jahitan yang tampak diantara kain tersebut.

Pencucian

Setelah seluruh perintang dilepaskan, barulah kemudian dicuci sampai bersih ditandai dengan air bekas cuciannya yang jernih atau tidak berwarna lagi.

Pengeringan

Kain dijemur di tempat yang teduh dan tidak terkena paparan sinar matahari langsung.

Finishing / Disetrika

Sebagai langkah akhir dari proses pembuatan kainsasirangan, kain tersebut kemudian di setlika agar menjadi halus, licin dan rapi.

Source Proses Pembuatan Batik Sasirangan Proses
Comments
Loading...