Proses Pembuatan Batik Mega Mendung

0 2.792

Proses Pembuatan Batik Mega Mendung

Motif Batik Mega Mendung merupakan karya seni batik yang identik dan bahkan menjadi ikon batik di daerah Cirebon dan daerah Indonesia lainnya. Motif batik ini mempunyai ke khasan yang tidak di temui di daerah penghasil batik lain.

Berikut Langkah-langkah pembuatan Batik Mega Mendung :

  • Siapkan kain mori atau sutra, kemudian dibuat motif diatas kain tersebut dengan menggunakan pensil.
  • Setelah motif selesai dibuat, sampirkan atau letakkan kain pada gawangan
  • Nyalakan kompor atau anglo, letakkan malam atau lilin ke dalam wajan atau nyamplung, dan panaskan wajan dengan api kecil sampai malam atau lilin mencair sempurna. Untuk menjaga agar suhu kompor/ anglo stabil biarkan api tetap menyala kecil.
  • Tahap selanjutnya, menutupi kain dengan malam atau lilin pada bagian-bagian yang akan tetap berwarna putih (sama dengan warna dasar kain). Canting untuk bagian halus, atau kuas untuk bagian berukuran besar. Proses ini bertujuan agar pada saat pencelupan bahan atau kain kedalam larutan pewarna bagian yang diberi lapisan malam atau lilin tidak terkena pewarna.
  • Pada proses membatik dimulai dengan mengambil sedikit malam cair dengan menggunakan canting, tiup-tiup sebentar biar tidak terlalu panas kemudian torehkan atau goreskan canting dengan mengikuti motif. Dalam proses ini harus dilakukan dengan hati-hati agar jangan sampai malam yang cair menetes diatas permukaan kain, karena akan mempengaruhi hasil motif batik.
  • Setelah semua motif yang tidak ingin diwarna atau diberi warna yang lain tertutup oleh malam/lilin, selanjutnya dilakukan proses pewarnaan. Siapkan bahan pewarna di dalam ember, kemudian celupkan kainnya ke dalam larutan pewarna. Proses pewarnaan pertama pada bagian yang tidak tertutup oleh malam atau lilin. Pewarnaan dilakukan dengan cara mencelupkan kain tersebut pada warna tertentu. Kain dicelup dengan warna yang dimulai dengan warna-warna muda, dilanjutkan dengan warna lebih tua atau gelap pada tahap berikutnya.
  • Setelah dicelupkan dalam pewarna, kain tersebut di jemur dan dikeringkan.
  • Setelah kering dilakukan proses pelorodan, proses tehnik “pelorodan” dilakukan dengan cara lilin dikerik dengan pisau, kemudian kain di rebus bersama-sama dengan air yang telah diberi soda abu, atau menggunakan teknik pelepasan lilin dengan dilumuri bensin, kemudian Kain disetrika sehingga lilin menjadi meleh. Dari keempat jenis pelepasan lilin di atas, teknik perebusan kain dengan soda abu dan teknik setrika adalah yang lazim digunakan oleh pembatik tradisional.
  • Kain yg telah berubah warna tadi direbus dalam air panas. Proses ini bertujuan untuk menghilangkan lapisan malam atau lilin sehingga motif yang telah digambar menjadi terlihat jelas. Apabila diinginkan beberapa warna pada batik yang dibuat, maka proses dapat diulang beberapa kali tergantung pada jumlah warna yang diinginkan.
  • Setelah kain bersih dari malam atau lilin dan dikeringkan, dapat dilakukan kembali proses pembatikan dengan penutupan malam atau lilin menggunakan alat canting untuk menahan warna berikutnya.
  • Selanjutnya proses pencelupan warna yang kedua, dengan memberikan malam atau lilin lagi, pencelupan ketiga. Misalkan dalam satu kain diinginkan ada 5 warna maka proses diatas tadi diulang sebanyak jumlah warna yg diinginkan berada dalam kain tersebut satu persatu lengkap dengan proses membuka atau nglorot dan menutup malam atau lilin dilakukan berulang kali sesuai dengan banyaknya warna dan kompleksitas motif yang diinginkan.
  • Setelah beberapa kali proses pewarnaan, kain yang telah dibatik dicelupkan ke campuran air dan soda ash untuk mematikan warna yang menempel pada batik, dan menghindari kelunturan.
  • Proses terakhir adalah mencuci atau direndam air dingin dan dijemur sebelum dapat digunakan dan dipakai.
Source http://jualbatikpekalonganindonesia.blogspot.co.id/ http://jualbatikpekalonganindonesia.blogspot.co.id/2015/04/proses-pembuatan-batik-mega-mendung.html
Comments
Loading...