Proses Pembuatan Batik Jonegoroan

0 568

Proses Pembuatan Batik Jonegoroan

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bojonegoro, pada tanggal 29 Desember 2009 menyelenggarakan festival desain Motif Batik khas Bojonegoro, Festival itu bertujuan untuk mengangkat potensi daerah Bojonegoro yang di goreskan dalam sebuah Motif Batik. Diantaranya Motif Rencak Thengul, Parang Lembu Sekar Rinambat, Sekar jati, Pari Sumilak, Sata Ganda Wangi, Parang Dahana Mungal, Jagung Miji Emas, Mliwis Mukti dan Gatra Rinonce. Proses pembuatan Batik Jonogeroan hampir sama dengan pembuatan batik didaerah lain.

Proses pembuatan Batik Jonegoroan sama dengan proses pembuatan batik pada umumnya yaitu:

  1. Ngemplong adalah pengerjaan membatik tahap pertama terdiri dari beberapa tahapan, diawali mencuci kain mori untuk menghilangkan kanji yang biasanya terdapat pada kain yang baru. Pengeloyoran, memasukan kain mori ke minyak jarak atau minyak kacang dalam abu merang, agar kain menjadi lemas, sehingga daya serap terhadap zat warna lebih tinggi. Setelah melalui proses tersebut, kain diberi kanji dan dijemur.
  2. Nyorek atau Memola adalah proses membuat pola diatas kain mori dengan cara meniru pola motif, disebut dengan ngeblat (menjiplak). Dilakukan secara langsung di atas kain dengan menggunakan pensil atau canting.
  3. Mbathik adalah proses menorehkan malam batik ke kain mori, dimulai dengan nglowang (menggambar garisgaris diluar pola) dan isen-isen (mengisi pola garis dengan berbagai macam bentuk). Dalam proses isen-isen terdapat istilah nyecek, yaitu membuat isian pada pola dengan cara memberi titik-titik (nitik).
  4. Nembok adalah proses menutupi bagian-bagian yang tidak boleh terkena warna dasar, dengan menggunakan lapisan malam yang tebal.
  5. Medel adalah proses pencelupan kain yang sudah dibatik ke cairan warna secara berulang-ulang sehingga mendapatkan warna yang diinginkan.
  6. Ngerok dan Mbirah adalah proses menghilangkan malam pada kain, dengan cara dikerok/dikelupas secara hati-hati dengan menggunakan lempengan logam, kemudian kain dicuci bersih, lalu dianginanginkan.
  7. Mbironi adalah proses menutupi warna biru dan isen-isen pola dengan menggunakan malam, selain itu ada proses ngrining mengisi bagian yang belum diwarnai dengan motif tertentu, dilakukan setelah proses pewarnaan dilakukan.
  8. Menyoga adalah proses mencelupkaan kain ke dalam campuran warna coklat, yang didapat dari soga (kayu yang digunakan untuk mendapatkan warna coklat).
  9. Nglorot adalah merupakan proses akhir dalam pembuatan batik tulis maupun cap yang menggunakan perintang warna (malam). Dalam tahap ini, pembatik melepaskan seluruh malam (lilin) dengan cara memasukan kain kedalam air yang mendidih. Setelah diangkat, kain di bilas dengan air bersih dan kemudian diangin-anginkan hingga kering.
Source Proses Pembuatan Batik Jonegoroan Batik
Comments
Loading...