Proses Pembuatan Batik Cirebon

0 561

Proses Pembuatan Batik Cirebon

Proses pembuatan Batik Cirebon bisa memakan waktu satu setengah bulan. Terdapat sedikitnya lima tahap untuk menyelesaikan sebuah kain batik. Tahap yang memakan waktu paling lama menurut perajin dan pengusaha batik Cirebon, adalah tahap esen-esen dan tembok. Sedikitnya ada lima tahap membuat batik, belum termasuk proses penjemuran hingga kering. Proses pertama diawali dengan ‘lengreng’. Lengreng adalah tahap menggambar sketsa. Sketsa digambar pada kain putih menggunakan pensil atau alat tulis halus lain. Fungsinya hanya untuk membuat garis pandu dan menampilkan sekilas motif kain.

Setelah lengreng, dilanjutkan dengan proses ‘esen-esen’, salah satu proses yang memakan waktu lama dan butuh ketekunan. Garis-garis sketsa yang sudah digambar tadi dipertebal dan diberi detail tambahan dengan canting, alat untuk menggambar batik. Tinta canting disebut ‘malam’. Untuk meracik ‘malam’ dibutuhkan gandar (getah pinus), baron dan busir (sejenis bahan untuk aspal), dan dadu (campuran baron dan busir). Semua bahan ini dicampur dengan minyak lentik atau minyak goreng. Setelah itu dilakukan proses ‘penembokan’. Proses ini masih menggunakan canting dan malam. Gambar-gambar yang sudah dipertebal, kemudian di-block. Ruang-ruang putih diwarnai dengan tinta malam hingga padat. Ini dilakukan agar permukaan tersebut tidak menyerap air saat proses pewarnaan nanti. Semakin banyak warna yang ingin digunakan, semakin lama proses penembokan.

Setelah selesai ditembok, masuklah proses pewarnaan. Masyarakat Cirebon menyebutnya proses pengobatan. Kain yang sudah di-block tadi diletakkan di alat seperti timbangan atau ayunan bayi. Salah satu sisinya kemudian diisi cairan pewarna dan digoyang-goyang agar menyerap rata ke kain. Permukaan-permukaan kain yang sudah di-block tidak menyerap warna dan akan tetap putih.

Tahap terakhir adalah ‘lorot’, atau proses pelunturan. Tinta ‘malam’ yang sudah dilekatkan ke kain tadi dihilangkan menggunakan air panas. Kain yang di-block tadi akan tetap putih. Setelah dilorot, proses berikutnya bergantung pada penrajin.

Hanya perbedaannya, pada pengulangan kedua ini, bagian kain yang sudah berwarnalah yang ditembok. Sementara permukaan kain yang putih dibiarkan, agar saat proses pewarnaan kelak permukaan putih ini menyerap warna. Setelah semua kain sudah berwarna, barulah kain dikeringkan. Proses pembuatan satu kain bisa mencapai satu setengah bulan. Sementara untuk belajar membatik sendiri bisa memakan waktu tiga bulan.

Yang membedakan pembuatan Batik Cirebon dengan batik lain adalah  proses pewarnaannya. Pembatik Cirebon menggunakan teknik menggoyang untuk mewarnai, sementara di daerah lain ada yang mewarnai dengan cara direndam.

Source Proses Pembuatan Batik Cirebon Proses Pembuatan Batik
Comments
Loading...