Proses Pembuatan Batik Batak

0 186

Salah satu pekerja pembuat Batik Batak Medan membuat campuran kimia yang pas untuk pewarnaan Batik Batak Medan. Warna merah, hitam, kuning dan hijau yang menonjol mencerminkan warna yang di sukai oleh masyarakat Batak dan Melayu.

Proses pembuatan batik dapat dilakukan dalam tiga cara, yaitu batik, cap dan printing. Saat ini batik printing lebih sering di gunakan karena proses pembuatan massal. Produk batik printing dianggap lebih cepat dalam proses pengerjaannya.

Dalam proses pembuatan batik ini hanya difokuskan dengan cara batik tulis dan cap. Batik tulis dan cap dianggap masih lebih lama karena penggunaan lilin asli, pewarnaan alam karena hampir seluruh proses dengan manual dengan tangan manusia.

Umumnya proses pembuatan batik tulis dan cap melalui beberapa  tahap, yaitu:
Pemberian malam (lilin) di kain,
  1. Mewarnai,
  2. Melepaskan lilin dari kain.
  3. Putih kain yang akan dibatik dapat diberikan warna dasar Perapi kita atau menjaga putih sebelum kemudian memberikan “malam”. Proses pemberian “malam” ini dapat menggunakan canting lepas tangan termasuk dalam pembuatan batik atau proses topi. Di kain diberikan malam untuk menghalangi proses pewarnaan batik karena “malam” tidak dapat masuk meresap di kain (lilin menolak). Setelah diberi “malam”, batik dicelup dengan warna. Proses pewarnaan ini dapat dilakukan beberapa kali yang diperlukan dan bagaimana warna yang diinginkan.

Setelah “malam” dan pemberian proses pewarnaan selesai nanti “malam” dilunturkan dengan proses pemanasan. Batik diproses di atas rebus sampai malam mencair dan terlepas dari kain dan larut dalam air. Proses mendidih ini dilakukan dua kali, yang terakhir dengan larutan soda abu untuk mematikan tongkat warna batik, dan menghindari kelunturan. Setelah mendidih selesai, batik direndam air dingin dan kering.

Alat-alat yang diperlukan dalam proses pembuatan batik batak sama dengan batik dari daerah lain yaitu :
  1. Canting/ cap adalah alat yang utama untuk pembuatan batik. Canting biasanya terbuat dari tembaga akhir menyerupai paruh burung sementara. Sementara cap jenis besar alat bermotif Cap terbuat dari tembaga.
  2. Gawangan, Gawangan adalah tempat untuk meletakkan kain untuk melakukan pembatikan. Gawangan umumnya terbuat dari kayu dan bambu
  3. Bajan, wajan kecil dalam ukuran, digunakan untuk mencairkan lilin atau malam. Ini dapat dibuat dari kuningan atau tanah liat (khusus untuk pembuatan batik)
  4. Anglo/kecil kompor, kompor Anglo kecil digunakan untuk memanaskan wajan (khusus untuk pembuatan batik)
  5. Malam/malam, digunakan dalam batik terbuat dari campuran dari berbagai jenis bahan seperti damar, lemak minyak kelapa dan parafin lilin/lilin.
  6. Pewarna, pewarna yang digunakan dalam bentuk kimia pewarna buatan dan pewarna alam diperoleh pada salah satu soga kulit kayu, daun nila, dan banyak lagi.

Untuk selembar kain batik tulis berukuran panjang 200cm dan lebar 110 cm di butuhkan tiga pekerja selama dua minggu untuk menggambar pola motif batik batak medan. Para pekerja menggambar pola dengan alat canting menggunakan lilin. Kain batik ini dijual sekitar Rp 300.000 sampai dengan Rp 500.000.

Untuk selembar kain batik cap berukuran panjang 200cm dan lebar 110 cm dibutuhkan seorang pekerja saja. Para pekerja menggunakan stenciled atau boleh di sebut cap untuk menggambar batik. Dalam sehari pekerja bisa membuat hingga 20 potongan. Kain batik ini dijual sekitar Rp 200.000 sampai dengan Rp 250.000.

Source Proses Pembuatan Batik Batak Proses
Comments
Loading...