Proses Pembuatan Batik Akar Kayu

0 108

Batik Akar Kayu

Saat pemilihan motif yang sederhana dan tidak banyak detail menjadikan batik akar kayu ini cepat dan mudah dikerjakan. Motif dipilih kebanyakan flora yang terkesan besar-besar dan tegas. Agar batik terkesan penuh makanya dikombinasikan dengan motif akar kayu. Batik akar kayu ini biasanya memiliki tiga warna, misal: putih, kuning dan violet sampai empat warna. Warna yang dipilih dalam membuat batik akar kayu adalah warna yang cerah. Sehelai kain batik biasanya memiliki warna yang kontras antara warna motif dan warna latar. Proses pewarnaan motif biasanya dicolet dan untuk latar baru dicelup. Untuk proses pewarnaan terakhir baru menggunakan kayu yang sudah dilumuri pewarna.

Berikut adalah proses pembuatan batik akar kayu:

  • Pertama kain Mori putih yang hendak digunakan akan direndam dalam air bercampur minyak dempel (istilah orang setempat) dan abu sisa pembakaran kayu dari tungku. Namun untuk menghemat waktu dan biaya, biasanya hanya direndam dengan TRO atau air sabun. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan kanji yang melekat pada kain bawaan dari pabrik.
  • Kain dicuci lalu dikeringkan.
  • Memola kain sesuai dengan motif yang dikehendaki. Motif biasanya simpel dan sederhana tanpa detail yang rumit.
  • Proses membatik (mengklowong dan memberi isen-isen).
  • Pewarnaan dengan teknik colet. Teknik coletan dipilih karena menghemat waktu, tenaga dan tentunya biaya. Pewarna biasanya menggunakan napthol, indigosol, remasol, dan warna sintetislainnya.
  • Proses menembok, menutup motif yang sudah diwarna colet.
  • Pewarnaan dengan teknik celup untuk mewarnai latar batik, biasanya dipilih warna-warna kontras dengan warna motif.
  • Untuk memberi motif serat kayu, kain digulung dengan menggunakan kayu yang memiliki permukaan yang tidak rata atau berserat. Sebelumnya kayu tersebut di masukkan bak warna atau dilumuri warna sampai rata seluruh permukaannya. Lalu kain digulung pada kayu tersebut, proses ini bisa dikerjakan beberapa kali. Warna yang digunakan biasanya sama dengan warna motif atau warna lain yang tentunya berbeda dengan warna latar. Biar terlihat motif akar kayunya. Selanjutnya kain dilepas dari kayu tersebut. Pada kain akan terlihat efek-efek seperti serat kayu, atau seperti retakan lilin saat diberi warna. Dalam hal ini masyarakat Madura kreatif banget, efek yang ditimbulkan sama persis dengan retakan malam tanpa menggunakan malam batik.
  • Melorod, proses ini merupakan usaha untuk menghilangkan malam yang melekat pada kain, yaitu dengan memasukan kain ke dalam air mendidih.
  • Proses terakhir adalah menjemur di tengah terik sinar matahari.
Source Proses Pembuatan Batik Akar Kayu Batik
Comments
Loading...