Proses Membuat Batik Tiga Negeri

0 373

Proses Membuat Batik Tiga Negeri

Pada zaman penjajahan Lasem yang berada di pesisir pantai utara itu, memunculkan sebuah jenis batik yang sangat terkenal hingga saat ini, yakni batik tiga negeri. Disebut dengan istilah tiga negeri, sebab pada warna batik tersebut terdiri dari tiga warna, merah, biru indigo dan soga atau cokelat. Yang unik lagi, disebut tiga negeri, karena dalam proses pewarnaannya dilakukan di tiga daerah. Untuk merah, pewarnaanya dilakukan di Lasem, untuk biru dilakukan di Kudus, sedang warna Soga pewarnaannya dilakukan di Yogyakarta atau Solo. Meski sebutannya tiga negeri, tapi semua proses pewarnaan tetap dilakukan di Lasem sendiri, mengingat perajin batik di Lasem sudah piawai membuat pewarnaan.

Berikut cara membuat Batik Tiga Negeri :

1. Proses pembuatan Batik Tiga Negeri adalah dengan menggambar pola yang diinginkan dengan menggunakan pensil pola. Masing-masing wilayah sentra pembuatan batik tulis di Indonesia memiliki karakter pola yang berbeda di dalam pembuatan batik tulis. Untuk daerah pesisir utara biasanya menyukai pola bergambar binatang atau tumbuhan dan memiliki ciri khas warna-warna yang berani. Contohnya batik tulis Pekalongan dan batik tulis Madura. Sedangkan wilayah tengah hingga ke selatan biasanya menyukai pola batik dengan gambar abstrak statis. Artinya pola berulang di keseluruhan kain. Contohnya batik tulis Yogyakarta.

2. Tehnik selanjutnya adalah proses menutupi pola gambar dengan lilin malam (wax). Tujuan proses pelapisan lilin pada pola ini adalah agar bagian pola yang terkena lilin malam akan tetap berwarna putih. Caranya: lilin malam (wax) diproses dengan dipanaskan (direbus) di atas kompor. Tehnik ini perlu hati-hati dan menggunakan api ukuran kecil karena lilin malam mudah terbakar jika bersentuhan dengan api. Setelah lilin mencair maka ditaruh ke dalam canting. Ditiup agar tidak terlalu panas yang dapat merusak kain. Lalu ditorehkan ke kain bagian pola yang akan dibiarkan tetap putih. Saat melapisi kain baik ini, tiup perlahan-lahan bagian yang dilapisi lilin malam agar mongering. Setelah proses pelapisan pola kain dengan lilin malam (wax) selesai, biarkan lilin mongering sempurna.

3. Setelah proses pelapisan lilin malam selesai, siapkan bahan pewarna muda yang ingin dipoleskan kepada kain. Tehnis pemilihan warna muda ini dilakukan agar jika terjadi kesalahan pewarnaan, maka lebih mudah dihilangkan warnanya dengan warna yang lebih tua. Pewarnaan ini bisa dilakukan dengan mencelupkan kain mori ke dalam cairan pewarna atau mengkuaskan warna pada kain mori. Tehnik pencelupan banyak dipakai karena praktis dan cenderung proses pewarnaan merata ke seluruh kain. Lalu dijemur hingga kering.

4. Setelah kering, lakukan proses pelapisan lilin malam (wax) seperti pada point kedua. Kegunaan pelapisan lilin yang kedua ini untuk menutupi bagian yang berwarna muda untuk tetap dibiarkan warnanya. Proses kedua hingga proses keempat ini lakukan berulang-ulang untuk setiap warna yang dikehendaki. Dan yang perlu diperhatikan adalah warna paling tua (gelap) dilakukan terakhir. Tehnik dan proses ini dilakukan berulang-ulang hingga seluruh warna yang diharapkan telah terpenuhi.

5. Setelah selesai tehnis pewarnaan pada kain dalam pembuatan batik tulis ini, maka bagian terakhir dengan melakukan tehnis “Pelorodan”, yaitu tehnik pelepasan lapisan lilin malam (wax) dari kain mori.

Proses tehnik “pelorodan” dilakukan dengan cara:
• Lilin dikerik dengan pisau
• Kain di rebus bersama-sama dengan air yang telah diberi soda abu
• Tehnik pelepasan lilin dengan dilumuri bensin
• Kain disetrika sehingga lilin menjadi meleh
Dari keempat jenis pelepasan lilin di atas, tehnik perebusan kain dengan soda abu dan tehnik setrika adalah yang lazim digunakan oleh pembatik tradisional.

Source http://jualbatikpekalonganindonesia.blogspot.co.id/ http://jualbatikpekalonganindonesia.blogspot.co.id/2015/04/cara-membuat-batik-tiga-negeri.html
Comments
Loading...