Proses Jahit Batik

0 118

Batik adalah sebuah karya seni lukis dalam selembar kain menggunakan lilin malam. Sekarang ini banyak khalayak melabelkan produknya adalah batik, padahal prosesnya belum tentu pasti sesuai dengan makna sebenarnya. Hati-hati dalam memilih.

Menjahit baju batik, berbeda dengan menjahit baju polos dikarenakan batik memiliki motif yang punya arti tertentu. Salah-salah dalam membuat pola, justru motif batik tidak tampil sempurna. Tidak semua penjahit pun bisa menjahit baju batik. Dengan penjahit yang berpengalaman, tim penjahit Engrasia menjamin kualitas baju batik terbaik sesuai keinginan Anda.

Standar yang menjadi panduan tim Engrasia sebagai berikut:

1. Penentuan Pola

Batik yang masuk ke bagian produksi, akan dicek terlebih dahulu pola motifnya seperti apa. Lalu akan disesuaikan dengan ukuran badan konsumen agar motifnya tidak terpotong sembarang sehingga saat menjadi baju nantinya motif tampil sempurna. Beberapa konsumen pun ada yang request untuk potongan, tim penjahit Engrasia siap membuatkannya sesuai permintaan. Terdapat dua cara, pertama konsumen mengirimkan detail ukuran sesuai panduan dan/atau mengirimkan sampel baju yang menurut mereka nyaman. Kedua konsumen juga bisa mengikuti standar ukuran reguler di Engrasia.

2. Pemotongan Pola

Setelah ditentukan gambar pola jahitannya, kain pun siap dipotong sesuai ukuran badan konsumen.

3. Pressing tricot

Tricot itu merupakan salah satu material pelapis pakaian. Biasa digunakan untuk baju model blazer, coat, jas atau model atasan, karena baju jatuhnya lebih rapi dan tidak mudah kusut. Tricot mampu mempertahankan bentuk sebuah pakaian. Namun begitu, tricot masih nyaman digunakan karena soft permukaanya. Penggunaan tricot ini sebenarnya tidak diharuskan untuk semua model pakaian dan biasanya tergantung kenyamanan konsumennya.

4. Penjahitan

Setelah pemotongan pola dan (tentatif) pemasangan tricot, bahan batik pun lanjut ke tahap penjahitan. Tim penjahit Engrasia pun memiliki panduan ukuran pada tiap meja kerjanya. Jadi pengerjannya pun sudah pasti sesuai dengan ukuran keinginan konsumen.

5. Finishing (kancing)

Setelah selesai dijahit menjadi baju, proses selanjutnya adalah pemasangan kancing. Dalam pemasangankancing, pemilihan warna perlu diperhatikan agar tidak terlalu mencolok dibanding motif batiknya.

6. Setrika

Selanjutnya baju pun dimasukkan ketahap setrika, proses ini wajib dilakukan sebelum proses QC karena seringkali baju yang telah selesai disetrika bahannya akan memanjang. Hal ini bisa terjadi karena sebelumnya bahan batiknya kusut. Itu lah kenapa, sebaiknya QC dilakukan setelah setrika.

7. QC – Tim Penjahit

Quality control atau pengendalian kualitas adalah salah satu step yang harus dilalui tim penjahit Engrasia. Proses ini untuk memastikan bahwa jahitannya sesuai dengan permintaan konsumen. Selembar catatan ukuran saat pesanan masuk pun menjadi panduan dalam tahap ini. Apabila jahitan tidak sesuai, maka diperlukan perbaikan. Untuk perbaikan biasanya akan dikoordinasikan dengan tim store Engrasia dan konsumen. Sebaliknya, jika sesuai dengan panduan, maka hasil baju batik jadi akan diteruskan ke tim store Engrasia.

8. QC – Tim store

Ini adalah tahapan QC yang kedua sebelum akhirnya hasil jahitan baju batik diserahkan kepada konsumen, baik baju batik wanita ataupun baju batik pria.

Source https://engrasia.com https://engrasia.com/blog/proses-menjahit/
Comments
Loading...