Produksi Batik Seret

0 126

Produksi Batik Seret

Pengembangan terhadap sentra kerajinan batik yang ada di Desa Cangkol, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo terkendala seretnya proses produksi. Pengrajin batik harus berhutang sambil menunggu penjualan produk untuk pembelian bahan demi kelangsungan usaha. Koordinator Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Barokah Desa Cangkol, Suradi menyebutkan kerajinan batik tumbuh dan berkembang di desanya beberapa bulan terakhir. Dia mengatakan pengrajin membentuk enam kelompok usaha bersama (kube) dengan masing-masing kelompok beranggotakan sekitar 10 orang.

Kegiatan pemasaran sudah mulai berjalan. Para pengrajin bahkan punya showroom batik di Laweyan. Tapi justru proses produksi terhambat faktor modal. Suradi menjelaskan modal terbatas menjadi keluhan enam kube di desanya. Menurut dia, selama ini proses pembuatan batik dilakukan dengan cara berhutang sambil menunggu penjualan produk. Sehingga selama batik belum terjual, produksi dihentikan sementara. Ketua Kube Manggar Dukuh Pengen, Ruchanah, menyatakan faktor kesulitan modal membuat 10 pengrajin batik di kelompoknya hanya bekerja satu hari dalam satu pekan. Ruchanah meminta pemerintah daerah memperhatikan kesulitan yang dialami pengrajin batik di desanya. Terlebih meski belum lama, usaha kerajinan batik di Cangkol mampu menampung banyak tenaga kerja. Menurut dia, selain pemberdayaan, sentra batik tulis yang digeluti warga Cangkol memiliki prospek cerah.

Suradi juga mengemukakan harapan serupa. Dia bahkan meminta pemerintah daerah mempertimbangkan kemungkinan penggunaan batik Cangkol sebagai seragam pegawai di lingkungan pemkab. “Kebijakan itu salah satu cara mendorong perkembangan sentra batik Cangkol sebagai aset dan potensi daerah,” jelasnya.

Source http://www.solopos.com/ http://www.solopos.com/2012/07/18/batik-cangkol-modal-cupet-produksi-batik-seret-202384
Comments
Loading...