Produksi Batik Naik

0 70

Produksi Batik Naik

Mendekati bulan Ramadhan dan Lebaran, permintaan batik pada sejumlah perajin batik yang ada di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah, mulai meningkat. Peningkatan permintaan terutama berasal dari para pedagang pakaian yang mulai menyiapkan persediaan menjelang Lebaran. Meski tidak sebesar tahun lalu, pemimpin Batik Faaro di Kelurahan Buaran, Kota Pekalongan, Muhtarom mengakui adanya peningkatan permintaan Juni ini. Besarnya mencapai 40 persen dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Rata-rata omzetnya pada bulan lalu sekitar Rp. 200 juta per bulan, pada bulan ini mencapai Rp. 280 juta. Permintaan pesanan untuk bulan Juni ini sudah mulai masuk sejak akhir Mei.

Pasar terbesar batik produksinya adalah Yogyakarta dan Solo yang mencapai 40% produksi. Sisanya dipasarkan ke Jakarta, Aceh, Medan, Riau, Jambi, Lampung, Samarinda, dan Balikpapan. Selama ini ia memproduksi batik dalam beberapa jenis, yaitu batik tulis, cap, dan printing motif batik. Batik ia jual dalam bentuk pakaian jadi, antara lain blouse, hem, kemeja, sarimbit (pakaian sepasang untuk suami-istri), dan pakaian anak. Harga pakaian batik produksinya Rp. 30.000 hingga Rp. 400.000 per potong.

Permintaan batik akan semakin meningkat pada Juli hingga Agustus. Pada bulan-bulan tersebut permintaan batik diperkirakan naik mencapai 150% hingga 200% bila dibandingkan dengan bulan-bulan biasa. Tahun ini model-model batik yang diminati dan tetap akan menjadi tren antara lain model baju kelelawar dan batik koko (pakaian muslim pria dari bahan batik). Selain memaksimalkan produksi, untuk menghadapi peningkatan permintaan, ia juga memanfaatkan persediaan batik yang sudah ia produksi sejak beberapa bulan lalu.

Source https://batiketcetera.wordpress.com/ https://batiketcetera.wordpress.com/2012/02/10/produksi-batik-naik/
Comments
Loading...