Potensi Batik Blora

0 229

Potensi Batik Blora Terhadap Perkembangan Perekonomian Masyarakat Blora

Ada faktor yang mendorong masyarakat Blora memilih usaha batik yaitu karena batik sudah diselenggarakan untuk digunakan seragam yang dipakai pada hari Selasa sampai Jumat yang diharuskan untuk memakai batik. Sekarang batik sudah dibumikan lagi tidak hanya di Blora saja tetapi di setiap kota juga sudah memiliki batik. Seragam batik digunakan untuk PNS, pegawai Bank dan pegawai-pegawai kantoran yang lainnya. Setelah adanya batik masyarakat Blora dapat menanggulangi masalah pengangguran yang terjadi di masyarakat Blora. Dalam pemasaran batik Blora ini masih ada di wilayah Blora saja, tetapi sekarang sudah ada ditempat khas oleh-oleh Blora dan sudah mulai online dan peminatnya pun juga semakin banyak. Konsumen batik Blora sekarang semakin banyak sudah tersebar di Surabaya, Jakarta dan kota-kota lainnya. Keunikan dari batik Blora dengan ciri khasnya jati, makanan dan kesenian yaitu daun jati, pohon jati, sate, barongan dan tayub. Sebelum ada batik sumber daya manusia-nya masih belum mengalami perubahan, setelah adanya batik masyarakat Blora semakin meningkat dalam sumber daya manusianya.

Potensi batik Blora untuk dikembangkan, karena ternyata banyak masyarakat luar daerah yang tertarik. Perekonomian masyarakat Blora mayoritas bertani terutama tanaman pangan, sedangkan sebagian kecil anggota masyarakat mempunyai profesi lain, seperti pegawai negeri, guru, pedagang, dan pengusaha. Peluang adanya batik Blora bisa digunakan untuk mencari pekerjaan orang lain yang tidak bekerja menjadi bekerja. Pendapatan batik Blora menjadi berkembang bagi masyarakat Blora terutama bagi ibu-ibu dipedesaan. Ketika satu kelompok bisa menyerap tenaga kerja yang banyak berarti untuk tingkatan perekonomiannya juga lumayan banyak. Menurut orang desa menjadi pembantu rumah tangga sekarang lebih suka untuk membatik daripada ikut pembantu rumah tangga dengan harapan-nya bisa mendapatkan lebih dari penda-patannya untuk keluarganya.

Pendapatan dalam usaha batik semakin meningkat dan jumlah tenaga kerjanya juga bertambah. Untuk menambah keuangan dalam keluarganya, tetapi juga membuka peluang kerja agar tidak ada yang menjadi pengangguran. Setelah meningkat konsumen batiknya sekarang harga bahan-bahan untuk membatik menjadi meningkat salah satunya harga kain yang dari Rp14.500,00 sekarang menjadi Rp16.000,00. Pengembangan perekonomian masyarakat Blora dikembangkan oleh batik Blora, tetapi tidak hanya batiknya saja. Jumlah tenaga kerja dalam membatik semakin bertambah dari 8 orang menjadi 15 orang. Tenaga kerjanya dalam mengerjakan batik itu berbeda-beda ada yang dibagian canting, warna, gambar dan merebus atau mencuci batiknya. Harga bahan batik sebelum meningkat dan sesudah meningkat dari lilin atau malam Rp32.000,00 menjadi Rp35.000,00. Sedangkan harga warna yang biasa perkilonya Rp300.000,00 menjadi Rp305.000,00 dan warna yang bagus perkilonya Rp700.000,00 menjadi Rp705.000,00. Setelah bahan-bahan batik meningkat pengusaha batik tidak meng-alami keuntungan dan kerugian. Harga batik Blora itu berbeda-beda sesuai dengan motifnya, kalau motifnya sederhana atau tidak rumit itu harganya Rp125.000,00 sedangkan motifnya yang rumit itu harga-nya Rp250.000,00. Bahkan pesanan batik yang harganya Rp250.000,00 itu biasanya dipakai untuk seragam dan pesanan batik sutera harganya Rp350.000,00. Batik Blora tidak hanya batik tulis saja tetapi ada yang menjual batik cap dan batik printing, harga batik cap Rp100.000,00 dan harga batik printing Rp60.000,00. Harga batik Blora sama dari semua pengusaha batik karena sudah ada sepakatan, tetapi ada yang menjual batiknya lebih mahal.

Dari tahun ke tahun pendapatan pengusaha batik mendapatkan keuntungan banyak. Selama satu tahun pengusaha batik bisa menghasilkan lebih dari Rp60.000.000,00 itupun sesuai dengan pesanan batiknya. Pendapatan pembantu rumah tangga Rp250.000,00 maka dari itu pembantu rumah tangga ikut untuk membatik supaya ekonomi dalam rumah tangganya lebih meningkat. Pengrajin batik menjual batiknya dirumah, sedangkan batik yang dijual di toko khas Blora itu biasanya tidak pernah mendapatkan pesanan maka dari itu batiknya disetorkan ke toko dekat terminal. Ada beberapa nama griya batik di Kabupaten Blora dengan diberi nama batik Lestari, batik Canting Mustika Jati, batik Mustika Blora, batik Mustika ART Gallery, batik Samin by EEN Production, batik Jati Wangi, batik Jati Ayu, batik Jati Mas, batik Griya Nusantara, batik Wangi Cendana, batik Almira, batik Damar Sejati dan sebagainya.

Source Potensi Batik Blora Batik
Comments
Loading...