infobatik.id

Pola Geometri Batik Garutan

0 28

Pola Geometri Batik Garutan

Secara umum, Kabupaten Garut, dikenal dengan penganan ´dodol garut´. Tetapi bagi para kolektor dan penggemar batik, Garut juga menjadi incaran utama. Batik Garut mulai berkembang pada 1979. Dilaporkan bahwa sekitar tahun 1940-an batik Garutan telah masuk pasar. Dibandingkan dengan Yogya dan Solo tentu masih sangat muda. Tetapi kini Batik Garut (Batik Garutan) telah banyak dipesan konsumen mancanegara seperti Belanda, Jepang dan Cina. Pada awalnya batik diproduksi untuk memenuhi pesanan. Namun, kini batik tulis diproduksi secara besar-besaran. Produk batik Garut juga tidak hanya berupa kain untuk wanita tetapi juga berupa turunan produk tekstil lainnya seperti kemeja pria, tutup meja, sprei, dan tas.

Warna yang paling menonjol dari Batik Garutan adalah biru dan merah dengan latar  belakang warna pasir coklat muda (krem). Dibandingkan dengan batik dari daerah lain, batik Garutan kaya dengan pola geometri yang disajikan secara diagonal. Ada juga motif tumbuhan terutama bambu dan bunga. Selain berkembang dari budaya setempat, ornament batik garutan juga dipengaruhi olehmotif batik dari beberapa yang lain. Ceribon mempengaruhi dengan µmega mendungnya. Banji dipengaruhi dari Cina. Warna soga tentu dari Yogya dan Solo. Pada umumnya, pola geometri mengarah ke garis diagonal bentuk kawung atau belah ketupat. Diagonal menggambarkan posisi yang miringmenanjak. Kawung merupakan modifikasi dari bangun persegi. Sedangkan belah ketupat merupakan gambungan dari dua segitiga sama kaki. Bangun geometri smacam ini merupakan gambaran dari daerah Garut yang bergunung-gunung.

Dengan ketinggian sekitar 700m di atas permukaan laut, daerah Garut dikelilingidengan bukit dan gunung. Garis-garis diagonal menggambarkan jalan yang selalu miring menanjak. Kawung merujuk posisi gunung di sekitar Garut yang menempatiempat penjuru angin. Bangun belah ketupat merupakan variasi dari bentuk gunung dan bukit yang mirip dengan bangun segitiga. Selain bangun geometri, ada juga batik garut dengan motif anyaman.

Untuk membuat penekanan yang tajam dibubuhkan juga bunga atau tetumbuhan. Bentuk benda sehari-hari (payung) masih jelas terlihat.Bentuk-bentuk semacam ini menunjukkan bahwa hubungan mereka dengan alam masihsungguh kental. Sehingga, lukisannya pun masih langsung dipindahkan dari alam. Analisis fraktal menunjukkan bahwa dimenasi Batik Garut berkisar antara 1,3 dan 1,4. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa Batik Garut masih sangat dekat denganalam (belum dimodifikasi).

Source https://dhiniafianti.files.wordpress.com/2014/12/sejarah-batik-garut.docx
Comments
Loading...