Pola Batik Nitik

0 622

Pola Batik Nitik

Pembuatan pola batik nitik banyak dipengaruhi oleh pengaruh luar, dan pola ini berkembang di pantai utara Jawa, dikarenakan banyaknya akulturasi dengan pedagang-pedagang dari negara lain, seperti India, Cina, dan lain sebagainya. Perkembangan pola batik nitik ini diikuti juga oleh pembatik di pedalaman yang dipadukan dengan pola yang sudah ada sehingga menjadi suatu motif yang sangat indah.

Saat para pedagang dari Gujarat datang di pantai utara Jawa, ia membawa kain tenun dan bahan sutera khas Gujarat. Motif dan kain tenun tersebut berbentuk geometris yang sangat indah, dibuat dengan teknik dobel ikat yang disebut Patola yang dikenal di Jawa sebagai kain Cinde. Warna yang digunakan adalah merah dan biru indigo.

Nitik dari Yogyakarta selain berbentuk bujur sangkar dan persegi panjang, juga diperindah dengan hadirnya isen-isen batik lain seperti : cecek (cecek pitu, cecek telu), bahkan ada yang diberi ornamen batik dengan klowong maupun tembokan. Sehingga hasilnya mempunyai perbedaan antara motif nitik dari Yogyakarta dengan motif jlamprang Pekalongan, baik dilihat dari bentuk maupun warnanya. Nitik dari Yogyakarta menggunakan warna indigo, soga (cokelat), dan putih. Seperti motif batik yang berasal dari Kraton lainnya, motif nitik kreasi kraton juga berkembang keluar tembok kraton. Lingkungan kraton Yogyakarta yang terkenal dengan motif batik nitik yang inda adalah Ndalem Brongtodiningrat.

Perkembangan pola nitik memiliki sekitar 70 motif nitik. Dan sebagian besar motif nitik diberi nama dengan nama bunga, seperti kembang kenthang, sekar kemuning, sekar randu, dan sebagainya. Ada pula yang diberi nama lain, misalnya nitik cakar, nitik jonggrang, tanjung gunung, dan sebagainya. Selain tampil sendiri, motif nitik sering dipadu dengan motif parang, ditampilkan dalam bentuk ceplok, kothak, atau sebagai pengisi bentuk keyong dan juga sebagai motif untuk sekar jagad, tambal, dan sebagainya. Paduan motif ini bisa teridiri dari satu macam atau bahkan bermacam-macam motif nitik yang dipadukan. Sehingga dari hasil paduan motif tersebut dengan motif lain dapat membawa perubahan nama, misalnya parang seling nitik, nitik tambal, nitik kasatrian, dan sebagainya.

Source Pola Batik Nitik Pola Batik
Comments
Loading...