Pola Batik Banji

0 755

Pola Batik Banji

Pola Batik Banji merupakan salah satu pola batik tertua, yang berupa silang diberi tambahan garis-garis pada ujungnya dengan gaya melingkar kekanan dan kekiri. Motif yang seperti ini terkenal di berbagai kebudayaan kuno di seluruh dunia dan sering disebut swastika. Di Nusantara pola ini tidak terbatas pada seni batik saja, tetapi dapat dijumpai pula sebagai hiasan benda-benda lain yang tersebar di banyak pulau. Pola batik banji termasuk pola geometris.

Nama “Banji” berasal dari kata-kata tionghoa “Ban” berarti sepuluh, dan “Dzi” yang artinya ribu, perlambang murah rejeki atau kebahagiaan yang berlipat ganda. melihat atau mendengar nama ini, maka dapat diperkirakan bahwa pola ini masuk ke dalam seni batik sebagai pengaruh budaya Tionghoa. Bahwa pada tahun 1400 masehi, di pantai utara Pulau Jawa telah banyak orang-orang Tionghoa yang menetap. Hal ini nampak pada banyaknya peninggalan pecah belah Tionghoa yang sampai kini masih tersebar di pantai utara dan di banyak bagian lain kepulauan Indonesia, sehingga tidak mustahil bahwa penduduk asli yang sudah lama berkenalan dengan para pendatang Tionghoa mengalami serta meniru pola-pola hiasan. Mereka yang menyangkal pengaruh kebudayaan Tionghoa menunjuk kepada nama Jawa asli yang dipakai untuk pola ini yaitu : Balok Bosok, artinya kayu busuk, karena pola banji menyerupai balok-balok bersilang yang dimakan bubuk. Pola banji dalam seni batik Indonesia mengalami bermacam perubahan dan diberi hiasan-hiasan tambahan, misalnya bunga-bungaan, sedemikian rupa hingga sukar untuk mengenal kembali silang banjinya.

Motif Batik Banji dibuat berdasarkan ornament swastika yang dihubungkan satu dan lainnya dengan menggunakan garis-garis. Motif Banji termasuk motif klasik yang jarang ditemukan pada kain batik sekarang. Nama motif banji ada berbagai macam di antaranya adalah Bani Guling, Banji Bengkok, Banji Kacip dan Banji Kerton. Beberapa daerah yang pernah mempopulerkan kain motif ini adalah daerah Banyumas. Di daerah tersebut motif banji dibuat lebih besar dengan warna coklat dan hitam sedangkan proses pembatikannya disebut Bedesan. Proses pembatikan Bedesan dilakukan dengan tidak menghilangkan lilin batik pada tengah-tengah proses pembatikan. Urutan pembatikan dibalik yakni dimulai dengan di cap tembok, dicelup soga, dicap klowong, dicelup wedel kemudian dilorod. Ciri Batik Bedesan adalah warnanya yang cenderung coklat atau hitam.

Source http://pesona-craft.blogspot.co.id/ http://pesona-craft.blogspot.co.id/2015/10/motif-batik-banji.html
Comments
Loading...