PNS Jadi Pelopor Masyarakat Gemar Mengenakan Busana Batik

0 17

PNS Jadi Pelopor Masyarakat Gemar Mengenakan Busana Batik

Jika pada era  tahun 70-an, 80-an, atau 90-an, orang mengenakan batik hanya dianggap sebagai busana untuk acara menghadiri undangan pernikahan atau acara penting lainnya. Apalagi saat itu, baju batik masih menyajikan lengan panjang dan produk batik hanya dikenal dari Solo dan Pekalongan. Kini hampir semua daerah di Indonesia mulai menciptakan kreasi batik dengan ciri khasnya masing-masing.

Selain itu busana batik sudah mulai diterima masyarakat dan banyak yang mengenakannya. Bahkan sejumlah pegawai di kantor pun telah mengenakan batik pada hari tertentu. “Ini menjadi bukti bahwa imajinasi masyarakat dalam menuangkan seni batik sudah cukup dihargai. Terbukti di beberapa daerah sudah menciptakan ciri khas batik masing-masing,” ungkap Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pada acara Mas Ganjar Menyapa (MGM).

Di Kota Salatiga ada peninggalan bersejarah berupa batu yang kemudian dituangkan dalam karya seni batik.  Artinya, batik hasil karya cipta masing-masing daerah punya filosofi atau makna tersendiri. Dalam acara MGM tersebut, salah seorang penelpon dari Jepara bernama Seto mengungkapkan keprihatinannya terhadap belum banyaknya masyarakat mengenakan busana batik. Padahal, menurut dia, batik merupakan warisan budaya bangsa. Menanggapi hal itu, Ganjar mengatakan bahwa pioneer dari masyarakat gemar mengenakan busana batik adalah pegawai negeri sipil (PNS). Maka dengan sendirinya masyarakat akan suka dan bangga mengenakan busana batik. Nggak peduli itu mau batik tulis atau batik printing.

Sedangkan, Novel asal Semarang yakni agar masing-masing daerah ada cap pada batik bahwa ini batik dari Pekalongan, Solo, Semarang, atau daerah lainnya, Ganjar menjelaskan bahwa masing-masing daerah saat ini sudah punya ciri khas tersendiri. “Biasanya yang warna cerah itu dari pesisir dan ini menunjukkan kultur masyarakat. Nah yang cokelat item itu dari Solo atau Yogya. Tetapi ciri khas semacam itu sudah agak sulit diketahui. Karena masing-masing daerah punya ciri khas sebagai perkembangan batik,” papar dia.

Sementara menanggapi keluhan terkait minimnya manajemen pemasaran batik dari Usaha Kecil Menengah (UKM) ke pasar domestik, Kadinas Koperasi & UKM, Ema Rachmawati mengatakan, pemerintah telah menaruh perhatian terhadap pemasaran batik dari UKM. Langkah yang dilakukan adalah, pertama, berkaitan cluster batik sudah siap dikembangkan di Solo dan mulai tahun depan bisa dikembangkan ke kota lain.

Source https://lifestyle.sindonews.com/ https://lifestyle.sindonews.com/read/1245117/186/pns-jadi-pelopor-masyarakat-gemar-mengenakan-busana-batik-1507037647
Comments
Loading...