Pertamina EP Tingkatkan Kesejahteraan Warga Lewat Batik

0 103

Pertamina EP Tingkatkan Kesejahteraan Warga Lewat Batik

Pengembangan batik sebagai salah satu khasanah kekayaan bangsa, tidak hanya untuk melestarikan budaya tetapi juga menghidupkan ekonomi para pengrajinnya. PT. Pertamina EP mengembangkan batik khas Blora. Melalui pembinaan terhadap pemilik usaha dan para pengrajin batik “Pratiwi Krajan” di desa Ngelo, kecamatan Cepu, Blora.

Dengan membatik selama 4 jam sehari. Anggota kelompok batik ini dapat memperoleh penghasilan hingga Rp. 600.000 per bulan. Pancasunu Puspitosari, Pemilik Batik “Pratiwi Krajan”, menceritakan pasang surutnya sebagai seorang pengrajin batik.

Tekadnya untuk terus berkembang menjadi motivasi yang kuat untuk memperkenalkan batik khas Blora. Perubahan terjadi pada tahun 2014 ketika PT Pertamina EP (PEP) Asset 4 Field, Cepu memberi bantuan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Bantuan yang diberikan tidak sekadar pelatihan teknis membatik, namun menyeluruh dari hulu ke hilir seperti di sektor manajemen kelompok, pemberian alat-alat membatik hingga pemasangan IPAL. Kini, keberadaan batik “Krajan Pratiwi” membuat Kelurahan Ngelo, Kecamatan Cepu, ramai oleh pengunjung yang berburu batik khas Blora.

Motif batiknya adalah alam sekitar seperti Jati, termasuk kegiatan penambangan minyak seperti kilang dan pompa angguk. Warna alami itu digunakan untuk semua jenis batik printing dan batik tulis. Pengunaan bahan alami bagian dari perhatiannya terhadap pelestaraian lingkungan.

Nunu dan kelompoknya juga melakukan pemasangan instalasi pengelolaan limbah sederhana untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Pengurangan polusi ini sudah dibuktikan dari hasil uji air limbah di Balai Laboratorium kesehatan dan Pengujian Alat Kesehatan Semarang.

Untuk memperkenalkan batiknya Nunu juga melakukan jemput bola dengan mengikuti berbagai event pameran. Harga yang ditawarkan untuk selembar kain batik pun beragam dan cukup terjangkau mulai dari Rp 150.000,- hingga Rp 300.000,- tergantung dari jenisnya.

Kini dia sering kewalahan menerima pesanan dari pelanggannya yang berasal dari berbagai kalangan. Anggotanya itu membatik selama 4 jam sehari dan dapat memperoleh penghasilan Rp. 600.000/ bulan. Kini Rumah Batik “Pratiwi Krajan” tidak hanya ramai oleh pembeli tetapi juga oleh kunjungan sekolah –sekolah yang ingin belajar membatik.

Nunu dan anggota kelompoknya juga menjadi pengajar para siswa dan ibu-ibu di Blora dan sekitanya. Daroni mengapresiasi keberhasian keompok batik Praiwi Krajan memajukan batik khas Blora. Perusahaan akan terus mensupport agar batik pratiwi krajan dapat bersaing lebih luas dan memberikan manfaat yang besar untuk masyarakat.

Source https://www.pertamina.com/ https://www.pertamina.com/id/news-room/news-release/melalui-batik-pertamina-ep-lestarikan-budaya-dan-tingkatkan-kesejahteraan-warga
Comments
Loading...