Persamaan dan Perbedaan Motif Parang Rusak Barong Gaya Surakarta dan Yogyakarta

0 214

Persamaan dan Perbedaan Motif Parang Rusak Barong Gaya Surakarta dan Yogyakarta

Segi bentuk ditemukan persamaan struktur yang meliputi motif-motif penyusunan serta warna yang digunakan. Bentuk motif penyusun atau isen-isen yang terdapat pada kedua gaya tersebut adalah adanya mata garèng atau bokonganlidah api atau ucengtudingbadan burung, dan sayap burung. Semua motif isen-isen tersebut membentuk satu motif utuh yang bernama Barong atau deformasi dari burung besar. Motif utama lainnya adalah mlinjon dan ombak yang memisahkan deret Barong satu dengan yang lain.

Penggunaan warna pada motif batik Parang Rusak Barong adalah soga atau coklat, nila atau biru, dan putih. Persamaan dari segi warna adalah kedua motif batik Parang Rusak Barong di wilayah tersebut menggunakan warna-warna seperti yang disebutkan di atas.

Aspek persamaan dari segi fungsi adalah adanya aturan yang pernah dan masih diberlakukan dalam keraton yang menyebutkan bahwa motif batik Parang Rusak Barong di Yogyakarta dan Surakarta hanya digunakan khusus oleh raja dan putra mahkotanya. Fungsi lainnya adalah sebagai sarana legitimasi dan penanda kedudukan raja untuk menunjukkan sebuah eksistensi.

Pengartian makna yang terkandung dalam motif batik Parang Rusak Barong di dalam keraton adalah sebuah ajaran filosofi yang disampaikan oleh Sultan Agung. Ajaran tersebut adalah ungkapan bahwa manusia adalah makhluk Tuhan yang kehidupannya telah diatur dari hidup sampai mati oleh Tuhan sendiri. Komunitas pembatik yang paham akan ajaran filosofis juga memiliki pengertian sama dengan kerabat keraton.

Sebelum kita menuju perbedaan motif Parang Rusak Barong, kami tidak mencoba untuk membedakan atau mengunggulkan salah satu motif baik dari gaya Surakarta maupun Yogyakarta. Karena semua hasil karya batik merupakan sebuah hasil kebudayaan yang sangat tidak ternilai harganya. Masing-masing daerah memiliki keistimewaan tersendiri dan merupakan sebuah keanekaragaman Bhinneka Tunggal Ika.

Lanjut menuju perbedaan motif Parang Rusak Barong antara Gaya Surakarta dan Gaya Yogyakarta.

Sebenarnya perbedaan yang ada pada motif Parang Rusak Barong hanya terdapat pada pembuatan bentuk motif segi geometris saja, untuk filosofi yang terkandung di dalamnya sepertinya tidak ada perbedaan antara gaya Suraklarta dan Yogyakarta.

Gaya Yogyakarta

Bentuk motif batik Parang Rusak Barong di Yogyakarta dan Surakarta setelah diamati secara seksama terdapat perbedaan. Yogyakarta yang beraliran klasik atau meneruskan gaya Mataraman secara umum memiliki ciri-ciri: berwarna latar putih, tidak banyak variasi, dan banyak menggunakan garis lurus dan lekukan tajam. Secara detail, bentuk-bentuk yang menunjukkan perbedaan gaya Yogyakarta dengan gaya Surakarta adalah sebagai berikut :

  • Mata garèng untuk motif Yogyakarta memiliki bentuk bulat lingkaran.
  • Bentuk tuding pada bagian ujungnya lurus tajam tanpa lengkungan.
  • Bentuk badan Barong untuk motif Yogyakarta lebih cembung dan besar dari motif Surakarta.
  • Garis-garis lekukan pada motifnya tajam dan kaku.
  • Warna Barong keseluruhan adalah putih.

Gaya Surakarta

Surakarta yang dalam perkembangannya beraliran Klasik Romantik memiliki banyak pengembangan dalam penciptaan motif batiknya. Secara umum, gaya yang berkembang di Surakarta memiliki ciri-ciri: banyak menggunakan garis-garis lengkung serta lekukan yang tidak tajam, warna latarnya kecoklatan, dan banyak variasi.

Secara detail, ciri-ciri yang menunjukan perbedaan gaya Surakarta dengan gaya Yogyakarta adalah sebagai berikut:

  • Bentuk Mata Garèng untuk motif Surakarta berbentuk bulat telur.
  • Bentuk tuding pada bagian ujungnya melengkung.
  • Bentuk badan Barong untuk motif Surakarta lebih kurus atau tidak terlalu cembung dari motif Yogyakarta.
  • Garis-garis lekukan pada motifnya lebih luwes dan bervariasi.
  • Warna Barong keseluruhan adalah kecoklatan.

Hal-hal yang menjadi perbedaan pun, tidak secara prinsip, tetapi hanyalah pada bentuk garis seperti lurus lengkung dan intensitas warna, seperti gelap dan terang. Perbedaan tersebut bukan terletak pada filosofi dan intisari yang terkandung dalam motif batik tersebut.

Source indonesianbatik. http://indonesianbatik.id/2018/04/13/persamaan-dan-perbedaan-motif-parang-rusak-barong-gaya-surakarta-dan-yogyakarta/
Comments
Loading...